INPUT vs OUTPUT

Leave a comment

Setiap tahun di tanggal 2 Mei, kita memperingati hari Pendidikan Nasional dan tahun ini bersamaan dengan pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di tingkat SD. Dari masa ke masa, pendidikan di Nusantara ini selalu menempatkan ujian sebagai salah satu hal mutlak dalam proses pendidikan seorang peserta didik, bahkan untuk masuk sekolah paling dasar sekalipun seorang anak harus melalui sebuah ujian yang pada ujungnya memaksa anak untuk belajar disaat usia untuk bermain dan bersosialisasi.

Tahun ini juga siswa tingkat menengah mengeluhkan tingkat soal yang cenderung sulit untuk dikerjakan dan dari Kemendikbud menjawab dengan tenangnya bahwa soal yang diujikan sengaja dibuat sesuai dengan standar internasional dengan harapan supaya hasil penilaian pendidikan kita mendapat peningkatan peringkat dan jumlah soal yang dikategorikan soal berstandar internasional tersebut hanya 5 soal dari jumlah keseluruhan soal yang diujikan sehingga mereka meminta masyarakat untuk tidak terlalu meributkan hal itu.  Jika mencermati apa yang disampaikan oleh Kemendikbud tersebut dapat dikatakan jika pemerintah mengharapkan Output yang lebih baik dari pendidikan kita saat ini yaitu berupa perubahan peringkat PISA (Programme For International Student Assessment), lalu pertanyaannya sejauh mana peningkatan input dari pemerintah dalam mencapai perihal tersebut?

Seharusnya jika pemerintah mengharapkan output yang yang lebih baik dari pendidikan kita seharusnya dimulai dengan memperbaiki input untuk pendidikan kita seperti sarana dan prasarana, kurikulum dan hal yang utama adalah kualitas guru. Bagaimana siswa mampu mengerjakan soal berstandar internasional sedangkan gurunya sendiri belum berstandar internasional. Belajar dari negara-negara lain yang kualitas pendidikannya lebih maju, satu hal yang paling utama mereka perbaiki adalah kualitas dari tenaga pendidiknya yaitu dengan memetakan kualitas tenaga pendidikan yang mereka butuhkan untuk mencapai ouput dari pendidikan mereka. Hal yang sama tentunya perlu dilakukan oleh pemerintah kita jika ingin meningkatkan peringkat PISA Indonesia, bukan hanya mengharapkan output yang meningkat tanpa memikirkan input untuk mencapai target peringkat yang lebih baik.

Semoga ini dapat menjadi renungan bagi kita semua dalam meningkatkan kualitas pendidikan kita untuk melahirkan generasi pengganti yang lebih baik. Selamat Hari Pendidikan Nasional. (PEB)

Advertisements

REFORMASI PENDIDIKAN

Leave a comment

Negara-negara di dunia saat ini sedang sibuk untuk mengembangkan dunia pendidikan mereka menuju pendidikan yang ideal atau setidaknya bersiap dalam melakukan pendidikan berbasis dunia digital. Indonesia apa kabar? kalau saya lihat tidak ada hal yang mengembirakan dalam dunia pendidikan kita saat ini. Negara ini selalu disibukkan dalam melaksanakan kurikulum yang berlarut-larut dan tidak jelas dimana seolah-olah keberhasilan pendidikan ditentukan oleh kurikulum yang digunakan, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Menteri yang tidak ada gerakan dan tidak tahu mau dibawa kemana dunia pendidikan di Indonesia ini.

Saya tidak melihat gerakan dari pemerintah untuk mempersiapkan guru-gurunya dalam mendidik peserta didik di era zaman skarang atau dikenal dengan nama anak zaman now atau dalam melaksanakan metode pendidikan di lima tahun ke depan yaitu BYOD (Bring Your Own Device) yang saat ini tengah populer di berbagai belahan dunia. Dengan BYOD, anak-anak hanya akan belajar dari device yang dia bawa sehari-hari seperti Smartphone atau tablet, lalu apakah guru-guru di Indonesia sudah siap dalam melaksanakan metode tersebut atau jangan-jangan pendidikan kita akan jauh lebih tertinggal dan tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain?

Hal ini tentunya harus dipersiapkan dari saat ini, jika tidak kita akan terus-menerus tertinggal dan tertinggal dari negara-negara lain. Infrastruktur pendukung harus disiapkan, kemampuan guru juga harus ditingkatkan dan tentunya kesiapan siswa dalam melaksanakan metode ini. Negara ini butuh perubahan dalam dunia pendidikan karena hal ini akan menentukan kemampuan dari generasi pengganti dimasa yang akan datang. Jika saat ini akan dimulai dengan belajar dengan menggunakan device maka selanjutnya mereka akan siap menghadapi dunia bisnis melalui device yang mereka gunakan. Kita akan menghadapi Bonus demograpi dimasa yang akan datang, bagaimana nasib dari usia-usia produktif disaat hal itu terjadi jika tidak kita persiapkan dari sekarang ini? sedangkan saat ini saja para generasi-generasi yang akan menghadapi kondisi tersebut sudah mengeluh karena soal UNBK yang sulit? dan saya rasa bukan karena kaum milenial yang cengeng tetapi sistem pendidikan kita yang kita harapkan meningkat tetapi tidak mampu memberikan input supaya hal tersebut tercapai. Selamatkan Dunia Pendidikan Indonesia.

KESUKSESAN PENDIDIKAN

Leave a comment

Berdasarkan sebuah buku yang saya baca, dimana dalam buku tersebut diceritakan pengalaman seorang guru dalam mengajar di sebuah negara yang notabene merupakan negara dengan pendidikan terbaik di dunia. Dari membaca buku tersebut ada 3 hal yang saya ambil yang menurut saya merupakan kunci keberhasilan pendidikan di negara tersebut :

Keterlibatan Orang tua

Di negera tersebut, keterlibatan orang tua sangatlah besar karena mereka memiliki kesadaran yang tinggi  bahwa keberhasilan pendidikan anak mereka tidak bisa dibebankan kepada pihak sekolah semata. Sebagai contoh, jika sekolah akan mengadakan pameran Sains, maka yang mengorganize adalah orang tua dari siswa. Mulai dari mendesain lokasi, hal-hal yang akan ditampilkan dan lain sebagainya yang sekiranya diperlukan. Dengan penuh kesadaran orang tua melakukan semua itu demi kemajuan pendidikan anak-anak mereka.

Gali potensi anak

Di beberapa artikel saya baca jika waktu belajar mereka di sekolah sangat singkat, padahal sebenarnya hanya waktu belajar di kelas yang dibuat singkat dengan tujuan supaya siswa/i memiliki waktu yang lebih banyak untuk menggali potensi yang ada pada dirinya. Siswa diberikan kebebasan untuk menggali potensinya dengan fungsi guru hanya sebagai fasilitator untuk membantu siswa untuk dapat menemukan potensi yang dimiki dan bagaimana mengembangkannya. Dengan waktu di kelas yang lebih singkat, Siswa/i dapat memiliki kebebasan dalam mengelola waktunya di luar kelas dalam menggali potensi yang mereka miliki.

Guru yang bahagia

Guru sebagai ujung tombak dalam melaksanakan proses pembelajaran tentunya memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Bagaimana mereka menciptakan pembelajaran yang membahagiakan di kelas kalau mereka sendiri tidak bahagia? karena itu jangan heran jika sebelum masuk kedalam kelas mereka melakukan hal-hal yang dapat menyenangkan mereka seperti minum kopi bersama, ngobrol dengan sesama guru, membaca buku dan lain sebagainya yang sekiranya membuat mereka senang dan menjadikan mereka bahagia sebelum memulai kelas masing-masing. Jadi guru yang bahagia tidaklah selalu berhubungan dengan materi. (PEB)

 

 

DIGITAL PEDAGOGY

Leave a comment

Perkembangan teknologi yang sudah sangat maju saat ini tentunya akan memberikan dampak pada pelaksanaan pendidikan, sebagaimana kita tahu bahwa pendidikan tentunya tidak lepas dari teknologi. Jika dulu ketika kita bersekolah, guru dalam menerangkan ke siswanya menggunakan papan dan kapur tulis, selanjutnya berganti dengan spidol dan white board, beberapa tahun kemudian muncul OHP, dimana kemudiaan digantikan dengan projector dan saat ini projector mulai tergantikan dengan smartboard.

Dari perkembangan tersebut, tentunya guru dituntut semakin kreatif dan terus belajar dalam menggunakan teknologi yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Beberapa tahun yang lalu, seorang guru akan terkesan hebat jika dia mengajar menggunakan laptop dan projector tetapi saat ini, hal tersebut sudah bukan hal yang hebat lagi sebab perkembangan teknologi telah membawa perubahan dimana seorang guru harus mampu mengajar dengan smartphone/tablet yang mereka miliki.

Guru tidak dapat menghindari hal tersebut apalagi di zaman milenial ini, apalagi diprediksi 4 – 5 tahun yang akan datang metode belajar di seluruh dunia akan mengarah kepada BYOD (Bring Your Own Device) dan saat ini beberapa negara sudah melaksanakan hal tersebut dan sudah mengerluarkan investasi yang sangat besar untuk menuju kearah sana. BYOD akan membuat anak-anak/siswa tidak perlu lagi membawa tas rangsel dengan buku-buku yang banyak di dalamnya seperti saat ini tetapi mereka cukup membawa tablet/smartphone mereka sendiri dan mereka belajar dengan menggunakan tablet tersebut. Indonesia sendiri baru bisa melaksanakan hal tersebut diperkirakan 4 – 5 tahun yang akan datang karena berkaitan dengan infrastruktur di negara kita yang masih kurang.

Selain infrastruktur satu hal yang perlu diperhatikan adalah kesiapan para guru dalam menuju ke arah sana, jangan sampai infrastruktur dengan investasi yang sangat besar telah dikeluarkan tetapi guru dan siswa belum siap dalam melaksanakannya. Untuk mengarah kesana guru harus memahami bagaimana mengajar dengan teknologi atau lebih dikenal Digital Pedagogy dan siswa harus tahu bagaimana belajar menggunakan teknologi.

Mau tidak mau, suka atau tidak suka guru harus memulai dari sekarang karena hal tersebut sudah menjadi tuntutan zaman saat ini. Bukan tidak mungkin sekolah dan guru yang tidak mampu akan tertinggal dan akan kehilangan kesempatan dalam menyaksikan bagaimana Digital Pedagogy berperan dalam melaksanakan proses pendidikan. Karena itu harapannya semua guru harus memiliki pemikiran ke arah sana  meskipun masih banyak guru yang tidak memahami hal tersebut tetapi itulah tantangan yang ada untuk guru yang ada di zaman milenial ini jika tidak mau tertinggal. (PEB)

GURU HARUS BERINOVASI

Leave a comment

Menjadi guru memang bukanlah pekerjaan yang mudah, terlebih dalam menghadapi era perubahan zaman yang sangat pesat dan tidak terbendung hingga saat ini. Seorang gurupun dituntut untuk dapat mendidik generasi-generasi yang hebat untuk mempertahankan negeri ini supaya dapat sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Untuk mencapai itu tentunya seorang guru harus dapat berinovasi dalam malaksanakan proses pembelajaran. Ada beberapa alasan mengapa guru harus berinovasi:

  1. Teori-teori baru dalam dunia pendidikan

Perkembangan zaman tentunya akan memberikan pengaruh dalam dunia pendidikan. Perkembangan itu sendiri membawa teori-teori baru dalam dunia pendidikan yang seharusnya diterapkan dalam proses pembelajaran disekolah. Guru harus selalu mengikuti perkembangan itu sehingga materi yang disampaikan dikelas tidak semata-mata hanya terpaku pada kurikulum yang disediakan oleh pemerintah tetapi lebih kaya dari kurikulum yang ada. Khususnya saat ini dimana pemerintah telah menerapkan kurikulum 2013, terlepas dari kelebihan dan kekurangan dari kurikulum tersebut guru harus mampu segera beradaptasi dengan kurikulum yang ada.

  1. Perspektif siswa

Dulu guru satu-satunya sumber ilmu dalam proses pembelajaran tetapi itu tidak berlaku lagi di zaman saat ini karena dengan teknologi internet, ilmu apapun yang ingin dipelajari akan mudah didapat.  Terkadang peseta didik mengangap mendengarkan guru dikelas itu tidaklah penting karena apa yang dia sampaikan didalam kelas semua ada di internet, jadi sebagai guru harus dapat menjadi fasilitator antara peserta didik dengan perkembangan teknologi.

  1. Perubahan lingkungan yang sangat cepat

Bagaimanapun lingkungan akan sangat memberikan dampak yang luar biasa bagi perkembangan dunia pendidikan. Tidak dapat dipungkiri bahwa lingkungan disekitar peserta didik kita terdapat ancaman bagi kehancuran masa depan mereka. Seperti narkoba, pegaulan bebas, budaya-budaya asing,dan lain sebagainya yang bukan tidak mungkin akan membawa kehancuran bagi peserta didik kita. Oleh karena itu seorang guru harus mampu menjadi filter bagi peserta didiknya dari pengaruh-ngatif lingkungannya.

  1. Persaingan yang semakin tinggi

Jika tidak ada aral melintang, tahun 2015 Indonesia akan memasuki era baru yaitu era AFTA ( ASEAN Free Trade Area) dimana tenaga kerja dari negara-negara ASEAN akan mudah untuk dapat bekerja di negeri kita begitupun sebaliknya. Dengan melihat hal tersebut, gurupun akan menghadapi saingan dari seluruh negara ASEAN. Jika guru tidak memiliki kelebihan atau inovasi dalam mendidik apakah seorang guru mampu bersaing dengan guru dari negara lain? Tentu tidak, oleh kerana itu Guru harus mau dan mampu berinovasi.

  1. Perkembangan Teknologi

Seperti kita ketahui dizaman ini perkembangan teknologi demikian pesatnya, hal ini sangat jelas terlihat dari banyaknya produk-produk yang IT yang membanjiri Indonesia tentunya hal ini akan berpengaruh dalam dunia pendidikan. Sekolah harus mampu mencetak siswa yang tidak gagap dalam menggunakan teknologi ketika mereka terjun ke masyarakat atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tetapi hal itu tidak mungkin jika seorang guru sendiri tidak mampu menguasai perkembangan teknologi yang ada untuk mengembangkan proses pembelajarannya terhadap siswa.

  1. Tuntutan Orang Tua

Orang tua menyekolahkan anaknya saat ini tidak semata-mata untuk mendapatkan pendidikan tetapi saat ini orang tua expektasinya sangat besar ketika membawa anaknya kesekolah tidak hanya kognitif dan psikomotorik tetapi behavior (perilaku) anak juga sebisa mungkin terbentuk dari dunia sekolah apalagi lingkungan masyarakat saat ini dibanjiri dengan culture (budaya) dari luar yang tidak semuanya memberikan dampak positif bagi anak.

Guru Zaman Now

Leave a comment

Saat ini disadari atau tidak tantangan zaman yang begitu cepat berubah menjadikan tugas dan tanggung jawab seorang guru menjadi lebih berat. Anak-anak yang telah mengemgam teknologi sesuai dengan perkembangan zaman saat ini dimana mereka dengan mudah memperoleh informasi, ilmu, dan pengetahuan secara mudah membuat sebagian siswa merasa bahwa sekolah bukan lagi menjadi hal yang utama karena apa yang disampaikan oleh guru di sekolah telah mudah mereka pelajari melalui gadget yang ada di tangan mereka bahkan melebihi apa yang diketahui oleh gurunya.

Arah dunia saat ini dimana segala sesuatunya diarahkan ke arah dunia digital termasuk di dalam dunia pendidikan menuntut guru menyesuaikan dengan perkembangan yang ada dan bukan tidak mungkin guru yang tidak dapat mengikuti perkembangan akan tersingkir dengan sendirinya. Revolusi Teknologi tidak dapat diabaikan oleh guru karena hal itu juga akan mempengaruhi lembaga yang mereka naungi. Sebagai contoh sekolah yang tidak dapat mengikuti perkembangan zaman saat ini lambat laun akan ditinggalkan oleh masyarakat dan beralih ke sekolah yang menggunakan teknologi karena tidak bisa dipungkiri bahwa sekolah yang didukung oleh teknologi akan lebih baik dalam mempersiapkan lulusannya dalam menghadapai dunia kerja yang hampir secara keseluruhan mengarah pada perkembangan dunia teknologi. Sama halnya bisnis yang tidak dapat mengikuti perkembangan zaman akan tersingkir dengan sendirinya seperti yang kita lihat saat ini dengan banyaknya usaha-usaha ritel yang berguguran satu persatu dikarenakan terlambat menyadari akan adanya perubahan yang begitu cepat.

Mau tidak mau, suka atau tidak suka. Profesi guru dituntut untuk lebih update dalam menggunakan teknologi khususnya dalam teknologi dunia pendidikan yang saat ini juga berkembang sangat cepat. Jangan sampai ada guru yang tersingkir karena tertinggal dalam penguasaan teknologi. Kita tidak dapat menghindari ini karena seperti yang telah kita lihat saat ini banyak profesi yang telah tersingkir dikarenakan dahsyatnya perkembangan teknologi. Jasa marga mengurangi karyawan karena saat ini sudah diarahkan oleh e-toll, Bank sudah mengambil ancang-ancang untuk mengurangi karyawan karena saat ini perbankan sudah mengarah ke Digital, Pengusaha hotel terancam karena kehadiran aplikasi yang membuat biaya penginapan lebih murah dan banyak profesi yang akan tersingkir karena teknologi meskipun profesi guru tidak akan mudah tergantikan oleh teknologi tetapi kita harus ingat guru yang dibutuhkan di zaman ini adalah guru yang melek teknologi yang disebut dengan guru zaman now. (PEB)

 

REVOLUSI TEKNOLOGI PADA PENDIDIKAN

Leave a comment

Teknologi dalam kehidupan saat ini telah memberikan dampak yang luar biasa, seperti yang kita lihat dan rasakan saat ini, dimana hampir seluruh sisi kehidupan kita dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Kehadiran teknologi sudah sewajarnya kita syukuri karena dengan teknologi memberikan pengaruh yang luar biasa dalam berbagai sisi kehidupan manusia seperti dalam dunia kesehatan, bisnis, informasi, komunikasi dan juga pendidikan.

Kita sadari bahwa dunia pendidikan tidak lepas dari perkembangan teknologi, jika zaman dahulu orang tua kita belajar menggunakan sabak kemudian berganti dengan kapur dan papan tulis, berganti menjadi spidol & white board, berganti menjadi Overhead Projector (OHP), berganti kembali menjadi Projector, dan saat ini mulai tergantikan dengan yang namanya Smartboard. Untuk saat ini memang harga Smartboard memang cukup mahal tetapi saat ini sudah banyak lembaga-lembaga pendidikan yang menggunakan dan semakin banyak juga perusahaan yang menjual smartboard baik untuk lembaga pendidikan maupun untuk perusahaan.

Penggunaan smartboard tentunya akan berdampak dalam hal pelaksanaan proses pembelajaran di lembaga pendidikan dimana saat ini dunia pendidikan akan diarahkan juga pada dunia digital seperti yang berkembang saat ini. Di beberapa negara sudah berkembang BYOD (Bring Your Own Device)  dimana siswa belajar dari Gadget yang dimiliki sehingga anak tidak perlu lagi membawa buku-buku yang tebal dan berat di tas mereka tetapi cukup dengan Gadget yang dimiliki proses pembelajaran dapat dilakukan atau dengan kata lain bahwa pendidikan akan segera memasuki era digitalisasi pendidikan.

Di Indonesia hal ini memang belum terlihat secara gamblang dikarenakan masih terkendala dengan infrastruktur yang dibutuhkan khususnya dalam jaringan internet karena masih tergolong lambat dan mahal yang membuat kurang nyaman dalam menerapkan BYOD. Beberapa ahli pendidikan meramalkan jika BYOD baru bisa diterapkan sekitar 5 tahun lagi karena untuk menyiapkan infrastruktur penunjang membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Guru sebagai salah satu stakeholder penting dalam lembaga dunia pendidikan tentunya harus siap dan disiapkan dalam hal ini. Kita sudah lihat bagaimana industri ritel di berbagai negara mulai berjatuhan termasuk di negara kita, yang artinya perusahaan sebesar apapun akan tergilas jika tidak bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman yaitu era digitalisasi dan hal inipun akan berlaku dalam dunia pendidikan. Lembaga pendidikan yang akan bertahan adalah lembaga yang mampu menyesuaikan dengan perkembangan tersebut termasuk dalam hal ini adalah tenaga pendidik dan kependidikan yang dimiliki. Dengan teknologi peran guru akan bergeser dengan sendirinya yaitu dari sumber ilmu menjadi fasilitator. Guru yang bertahan tentunya yang mampu menguasai hal tersebut dan yang tidak sanggup dengan sendirinya akan tersingkir. (PEB)  

 

Older Entries