Guru Zaman Now

Leave a comment

Saat ini disadari atau tidak tantangan zaman yang begitu cepat berubah menjadikan tugas dan tanggung jawab seorang guru menjadi lebih berat. Anak-anak yang telah mengemgam teknologi sesuai dengan perkembangan zaman saat ini dimana mereka dengan mudah memperoleh informasi, ilmu, dan pengetahuan secara mudah membuat sebagian siswa merasa bahwa sekolah bukan lagi menjadi hal yang utama karena apa yang disampaikan oleh guru di sekolah telah mudah mereka pelajari melalui gadget yang ada di tangan mereka bahkan melebihi apa yang diketahui oleh gurunya.

Arah dunia saat ini dimana segala sesuatunya diarahkan ke arah dunia digital termasuk di dalam dunia pendidikan menuntut guru menyesuaikan dengan perkembangan yang ada dan bukan tidak mungkin guru yang tidak dapat mengikuti perkembangan akan tersingkir dengan sendirinya. Revolusi Teknologi tidak dapat diabaikan oleh guru karena hal itu juga akan mempengaruhi lembaga yang mereka naungi. Sebagai contoh sekolah yang tidak dapat mengikuti perkembangan zaman saat ini lambat laun akan ditinggalkan oleh masyarakat dan beralih ke sekolah yang menggunakan teknologi karena tidak bisa dipungkiri bahwa sekolah yang didukung oleh teknologi akan lebih baik dalam mempersiapkan lulusannya dalam menghadapai dunia kerja yang hampir secara keseluruhan mengarah pada perkembangan dunia teknologi. Sama halnya bisnis yang tidak dapat mengikuti perkembangan zaman akan tersingkir dengan sendirinya seperti yang kita lihat saat ini dengan banyaknya usaha-usaha ritel yang berguguran satu persatu dikarenakan terlambat menyadari akan adanya perubahan yang begitu cepat.

Mau tidak mau, suka atau tidak suka. Profesi guru dituntut untuk lebih update dalam menggunakan teknologi khususnya dalam teknologi dunia pendidikan yang saat ini juga berkembang sangat cepat. Jangan sampai ada guru yang tersingkir karena tertinggal dalam penguasaan teknologi. Kita tidak dapat menghindari ini karena seperti yang telah kita lihat saat ini banyak profesi yang telah tersingkir dikarenakan dahsyatnya perkembangan teknologi. Jasa marga mengurangi karyawan karena saat ini sudah diarahkan oleh e-toll, Bank sudah mengambil ancang-ancang untuk mengurangi karyawan karena saat ini perbankan sudah mengarah ke Digital, Pengusaha hotel terancam karena kehadiran aplikasi yang membuat biaya penginapan lebih murah dan banyak profesi yang akan tersingkir karena teknologi meskipun profesi guru tidak akan mudah tergantikan oleh teknologi tetapi kita harus ingat guru yang dibutuhkan di zaman ini adalah guru yang melek teknologi yang disebut dengan guru zaman now. (PEB)

 

Advertisements

REVOLUSI TEKNOLOGI PADA PENDIDIKAN

Leave a comment

Teknologi dalam kehidupan saat ini telah memberikan dampak yang luar biasa, seperti yang kita lihat dan rasakan saat ini, dimana hampir seluruh sisi kehidupan kita dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Kehadiran teknologi sudah sewajarnya kita syukuri karena dengan teknologi memberikan pengaruh yang luar biasa dalam berbagai sisi kehidupan manusia seperti dalam dunia kesehatan, bisnis, informasi, komunikasi dan juga pendidikan.

Kita sadari bahwa dunia pendidikan tidak lepas dari perkembangan teknologi, jika zaman dahulu orang tua kita belajar menggunakan sabak kemudian berganti dengan kapur dan papan tulis, berganti menjadi spidol & white board, berganti menjadi Overhead Projector (OHP), berganti kembali menjadi Projector, dan saat ini mulai tergantikan dengan yang namanya Smartboard. Untuk saat ini memang harga Smartboard memang cukup mahal tetapi saat ini sudah banyak lembaga-lembaga pendidikan yang menggunakan dan semakin banyak juga perusahaan yang menjual smartboard baik untuk lembaga pendidikan maupun untuk perusahaan.

Penggunaan smartboard tentunya akan berdampak dalam hal pelaksanaan proses pembelajaran di lembaga pendidikan dimana saat ini dunia pendidikan akan diarahkan juga pada dunia digital seperti yang berkembang saat ini. Di beberapa negara sudah berkembang BYOD (Bring Your Own Device)  dimana siswa belajar dari Gadget yang dimiliki sehingga anak tidak perlu lagi membawa buku-buku yang tebal dan berat di tas mereka tetapi cukup dengan Gadget yang dimiliki proses pembelajaran dapat dilakukan atau dengan kata lain bahwa pendidikan akan segera memasuki era digitalisasi pendidikan.

Di Indonesia hal ini memang belum terlihat secara gamblang dikarenakan masih terkendala dengan infrastruktur yang dibutuhkan khususnya dalam jaringan internet karena masih tergolong lambat dan mahal yang membuat kurang nyaman dalam menerapkan BYOD. Beberapa ahli pendidikan meramalkan jika BYOD baru bisa diterapkan sekitar 5 tahun lagi karena untuk menyiapkan infrastruktur penunjang membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Guru sebagai salah satu stakeholder penting dalam lembaga dunia pendidikan tentunya harus siap dan disiapkan dalam hal ini. Kita sudah lihat bagaimana industri ritel di berbagai negara mulai berjatuhan termasuk di negara kita, yang artinya perusahaan sebesar apapun akan tergilas jika tidak bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman yaitu era digitalisasi dan hal inipun akan berlaku dalam dunia pendidikan. Lembaga pendidikan yang akan bertahan adalah lembaga yang mampu menyesuaikan dengan perkembangan tersebut termasuk dalam hal ini adalah tenaga pendidik dan kependidikan yang dimiliki. Dengan teknologi peran guru akan bergeser dengan sendirinya yaitu dari sumber ilmu menjadi fasilitator. Guru yang bertahan tentunya yang mampu menguasai hal tersebut dan yang tidak sanggup dengan sendirinya akan tersingkir. (PEB)  

 

MOTIVASI

Leave a comment

 

Ada 2 prinsip yang dapat digunakan untuk meninjau motivasi, ialah: (1) Motivasi dipandang sebagai suatu proses. Pengetahuan tentang proses ini akan membantu kita menjelaskan kelakuan  yang kita amati dan untuk memperkirakan kelakukan-kelakuan lain pada seseorang; (2) Kita menentukan karakter dari proses ini dengan melihat petunjuk-petunjuk dari tingkah lakunya. Apakah petunjuk-petunjuk dapat dipercaya, dapat dilihat kegunaanya dalam memperkirakan dan menjelaskan tingkah laku lainnya. Menurut Mc. Donald: motivation is an energy change within the person characterized by affective arousal and anticipatory goal reaction. Motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan.

 

CARA MENGGERAKKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

Guru dapat menggunakan berbagai cara untuk menggerakkan atau membangkitkan motivasi belajar siswanya, ialah sebagai berikut :

  1. Memberi angka; Umumnya setiap siswa ingin mengetahui hasil pekerjaannya, yakni berapa angka yang diberikan oleh guru. Murid yang mendapat angkanya baik, akan mendorong motivasi belajarnya lebih menjadi lebih besar, sebaliknya murid yang mendapat angka kurang, mungkin menimbulkan frustasi atau dapat juga menjadi pendorong agar belajar lebih baik.
  2. Pujian; pemberian pujian kepada murid atas hal-hal yang telah dilakukan dengan berhasil besar manfaatnya sebagai pendorong belajar. Pujian menimbulkan rasa puas dan senang.
  3. Hadiah; cara ini dapat dilakukan oleh guru dengan batas-batas tertentu, misalnya pemberian hadiah pada akhir tahun kepada para siswa yang telah mendapat atau menunjukkan hasil belajar yang baik, memberikan hadiah bagi para pemenang sayembara atau pertandingan olah raga.
  4. Kerja kelompok; Dalam kerja kelompok di mana melakukan kerjasama dalam belajar, setiap anggota kelompok turutnya, kadang-kadang perasaan untuk mempertahankan nama baik kelompok menjadi pendorong yang kuat dalam perbuatan belajar.
  5. Persaingan; Baik kerja kelompok maupun persaingan memberikan motif-motif sosial kepada murid. Hanya saja persaingan individual akan menimbulkan perngaruh yang tidak baik, seperti: rusaknya hubungan persahabatan, perkelahian, pertentangan, persaingan antarkelompok belaja.
  6. Tujuan dan level of aspiration; dari keluarga akan mendorong kegiatan siswa
  7. Sarkasme; ialah dengan jalan mengajak para siswa yang mendapat hasil belajar yang kurang. Dalam batas-batas tertentu sarkasme dapat mendorong kegiatan belajar demi nama baiknya, tetapi dipihak lain dapat menimbulkan sebaliknya, karena siswa merasa dirinya dihina, sehingga memungkinkan timbulnya konflik antara murid dan guru
  8. Penilaian; penilaian secara kontinu akan mendorong murid-murid belajar, karena setiap anak memiliki kecenderungan untuk memperoleh hasil yang baik. Disamping itu, para siswa selalu mendapat tangtangan dan masalah yang harus dihadapi dan dipecahkan. Sehingga mendorongnya belajar lebih teliti dan seksama
  9. Film pendidikan; Setiap siswa merasa senang menonton film. Gambaran dan isi cerita film lebih menarik perhatian dan minat siswa dalam belajar. Para siswa mendapat pengalaman baru yang merupakan suatu unit cerita yang bermakna.

Sumber : Oemar Hamalik; Proses belajar mengajar

Digital Content

Leave a comment

MENGAJAR SEPERTI PENYANYI

Leave a comment

Dalam beberapa kali pertemuan dengan para guru, saya menyampaikan jika mengajar itu sebuah seni. Beda guru beda gaya mengajar, beda mata pelajaran yang diampu, beda metode mengajar yang digunakan. Sama halnya dengan seorang penyanyi, tentunya gaya bernyayi setiap penyanyi berbeda baik dari sisi jenis musik yang digunakan maupun dari sisi teknik menyanyi ketika tampil dalam sebuah panggung pertunjukan.

Namun ada satu yang sama antara mengajar dengan bernyanyi yaitu sama-sama membutuhkan persiapan. Seorang penyanyi yang akan tampil dalam sebuah show, beberapa hari sebelumnya dia sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Dari mulai materi lagu yang akan dibawakan, kostum yang akan dikenakan, kata-kata yang akan dia ucapkan dipanggung, latihan vokal, check sound dan lain sebagainya. Bahkan ada seorang penyanyi dimana setiap kali dia tanmpil dia harus sudah mulai make up 6-7 jam sebelum tampil diatas panggung. Sama halnya dengan mengajar, semua membutuhkan persiapan.

Seorang guru sebelum mulai mengajar tentunya harus mempersiapkan beberapa hal sebelum masuk kedalam kelas :

  1. Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), para guru tentunya tidak asing lagi dengan kedua hal ini meskipun terkadang ada guru yang melupakannnya dan hanya dijadikan sebagai formalitas dalam memenuhi ketentuan yang ada. Padahal Silabus dan RPP merupakan panduan seorang guru dalam mengajar di kelas atau dapat dianalogikan bahwa RPP dan Silabus merupakan peta seseorang menuju ke sebuah tujuan.
  2. Materi Ajar. Hal ini sangat penting, jika dalam menyanyi ini adalah lirik lagunya. Yang artinya ini merupakan nyawa dari keberhasilan seorang guru. Seorang guru yang mempersiapkan materi ajar dengan baik akan terlihat berbeda dengan yang tidak mempersiapkan materi ajar. Guru yang tidak mempersiapkan materi ajar akan bingung dan bertanya dalam hati ketika masuk ke dalam pintu kelas “Saya mengajar apa hari ini?”, kalau gurunya sudah bingung apakah mungkin bisa menyampaikan materi pembelajaran dengan baik. Berbeda dengan guru yang sudah mempersiapkan materi ajar, dia akan masuk ke dalam kelas dengan penuh senyum dan memanfaatkan waktu yang ada semaksimal mungkin dan tidak ada waktu yang terbuang dengan sia-sia.
  3. Metode pembelajaran, ada berbagai macam metode pembelajaran dan sebaiknya sebelum guru masuk ke dalam kelas, sudah menentukan metode apa yang akan digunakan dalam menyampaikan materi di kelas. Hindari menggunakan metode yang sama setiap memberikan materi di dalam kelas karena itu akan menjadi langkah awal siswa kita akan menemukan kejenuhan dan bosan.
  4. Sumber lain, Ilmu pengetahuan itu berkembang sangat pesat dan menurut sebuah sumber ada 3000 artikel muncul setiap hari di internet, yang artinya ada ilmu-ilmu baru yang bermunculan di seluruh dunia. Sebagai seorang guru harus update dengan ilmu-ilmu baru yang berkaitan dengan mata pelajaran yang diampu. Guru harus rajin mencari sumber-sumber lain mengenai mata pelajaran yang diajarkan baik melalui membaca buku, mencari di internet, mengikuti seminar dan lain sebagainya.
  5. Perangkat pembelajaran lainnya. Perangkat pembelajaran lainnya meliputi absen siswa, agenda guru, dan form penilaian/buku nilai siswa. Tentunya para guru sudah memahami hal ini, tetapi yang perlu saya sampaikan perangkat ajar ini terlihat sederhana dan mungkin ada guru yang merasa hal ini kurang penting tetapi suatu ketika akan menjadi sebuah hal yang sangat dibutuhkan. Contohnya jika ada orang tua siswa yang protes dengan nilai anaknya yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dan guru yang baik akan menunjukkan semua history dari penilaian dari siswa tersebut hingga masuk kedalam raport. Bayangkan jika guru tidak memiliki history dari nilai anak tersebut, dia akan kebingungan dalam menjawab pertanyaan dari orang tua.
  6. Berlatih, mungkin hanya sebagian kecil dari guru kita yang menyadari hal ini jika kita sebagai pengajar membutuhkan latihan-latihan untuk lebih meningkatkan kemampuan kita dalam mengajar karena kita harus ingat bahwa sebagai pengajar tidak boleh berhenti belajar atau sering disebut dengan long life learning (belajar sepanjang hayat). Sebagai contoh sebagai seorang guru komputer dia harus terus belajar ilmu-ilmu komputer yang baru sehingga jika ada siswa yang bertanya dapat dijawab dengan baik, seorang guru matematika harus terus belajar untuk menyelesaikan soal dengan metode-metode baru, jangan sampai kalah kemampuannya dengan guru les siswa dirumah. Berlatih bagi seorang guru merupakan hal yang wajib untuk tetap meningkatkan profesionalitas sebagai seorang pendidik.

Jika seorang penyanyi sebelum tampil membutuhkan banyak persiapan, begitupun dalam mengajar. Butuh persiapan, persiapan, dan persiapan.(PEB)

MATERI AJAR

Leave a comment

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat kehormatan untuk menjadi salah satu juri lomba guru yang diselenggarakan oleh sebuah sekolah swasta di daerah Jakarta Barat. Secara pribadi saya sangat memberikan apresiasi bagi pelaksanaan lomba tersebut, hal ini saya rasa sebagai bagian dari pengembangan profesionalitas seorang guru. Lomba yang diikuti oleh seluruh guru ini diawali dengan membuat sebuah materi ajar dengan menggunakan sebuah aplikasi presentasi. Pada saat para guru menerapkan di kelas langsung disupervisi oleh kepala sekolah setelah itu dilakukan penilaian oleh juri independen dimana salah satunya adalah saya sendiri.

Dari proses penilaian yang kami lakukan, saya mendapatkan sebuah pelajaran yaitu masih banyak guru yang membuat materi ajar kurang maksimal yang artinya masih jarangnya guru-guru menggunakan materi ajar dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Hal ini sebenarnya sering penulis temui di berbagai sekolah termasuk pada guru yang berada dibawah institusi yang sama dengan saya, padahal media ajar ini merupakan salah satu media yang cukup sederhana dan dapat membuat proses belajar mengajar dapat lebih menarik dan tidak membosankan. Dari pengalaman yang saya alami tersebut, melalui ini saya ingin menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat media ajar dengan menggunakan media presentasi.

  1. Tampilan menarik bukan mendekor, tampilan slide yang akan kita tampilkan jangan terlalu banyak hiasan atau gambar pendukung sehingga apa yang ditampilkan terlihat ramai yang pada akhirnya siswa kurang tertarik melihat apa yang kita tampilkan.
  2. Tujuan pembelajaran, Kompetensi inti dan kompetensi Dasar, dari beberapa slide seorang guru dalam mengajar yang pernah saya lihat masih banyak guru yang tidak menampilkan hal ini, padahal ini merupakan hak dari siswa untuk mengetahuinya sehingga dia tau apa yang dia pelajari & kompetensi apa yang akan di capai.
  3. Apersepsi, para guru sebenarnya sudah tidak asing dengan hal ini meskipun banyak guru yang tidak menggunakan ini padahal ini sangat menentukan sebuah keberhasilan kegiatan belajar mengajar di kelas. Banyak ahli yang mendefinisikan pengertian apersepsi dan bagi saya pribadi, apersepsi merupakan langkah awal kita menarik perhatian siswa untuk siap menerima pelajaran dari kita. Hal ini dapat kita lakukan dengan beberapa hal, contohnya dengan menampilkan video pendidikan yang berkaitan dengan proses pembelajaran, menyampaikan informasi teknologi yang ada saat ini, mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari, role play, dan lain sebagainya yang kirannya dapat menjadi momentum dalam memulai sebuah proses pembelajaran.
  4. Terlalu banyak tulisan, masih banyak guru yang menampilkan banyak tulisan dalam tampilan materi ajarnya, sebaiknya hal tersebut dihindari karena pada dasarnya aplikasi presentasi di desain hanya untuk menampilkan pointnya saja bukan seluruh keterangan yang ada, dan tentunya jika siswa melihat tampilan tulisan yang terlalu banyak akan membuat mereka lebih cepat jenuh. Untuk menghindari hal tersebut sebaiknya dikombinasikan dengan gambar dan video.
  5. Penggunaan Tools, saat ini sudah banyak sekali aplikasi presentasi yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran di kelas dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Hendaknya guru dapat memaksimalkan penggunaan tools-tools yang ada dalam aplikasi tersebut seperti animasi, hiperlink, transition dan lain sebagainya yang membuat tampilan materi ajar kita lebih menarik.
  6. Panduan, Materi ajar harus dapat menggambarkan apa yang akan dilakukan selama di kelas dan akan menjadi panduan kita dalam melaksanakan proses pembelajaran. Jika memang materi tersbut akan dibuat dalam 2 kali pertemuan sebaiknya terlihat adanya pemisahan jelas antara pertemuan satu dengan pertemuan selanjutnya.
  7. Review, Salah satu bagian penting dari proses pembelajaran walaupun sering dilupakan adalah mereview materi yang diajarkan. Sebagai seorang guru tentunya harus memastikan apakah yang telah kita sampaikan benar-benar sudah dipahami oleh siswa atau belum. Selain itu juga untuk mempersiapkan siswa jika ada pertanyaan dari orang tua/orang lain tentang yang dia pelajari dikelas, siswa sudah tahu jawaban apa yang akan disampaikan dan menghindari kata “lupa”.

Semoga bermanfaat. (PEB)

Pendidikan Karakter 2

Leave a comment

Menindak lanjuti tulisan saya sebelumnya mengenai pendidikan karakter, ada beberapa paradigma di masyarakat yang harus dirubah terlebih dahulu jika kita ingin menerapkan pendidikan karakter dalam dunia pendidikan di lembaga kita. Khususnya bagi para orang tua siswa karena pada dasarnya semua individu merupakan pelaku pendidikan karakter. Pendidikan karakter tidak bisa semata-mata hanya dibebankan kepada lembaga pendidikan khususnya guru tetapi semua yang terlibat dalam lingkungan dunia pendididkan harus terlibat dan menyadari akan peran mereka masing-masing dalam pendidikan karakter.

Orang tua siswa boleh berbangga hati jika anak mereka mendapat nilai 10 pada bidang Matematika, Fisika, Kimia, dan lain-lain tetapi akan jauh lebih bangga jika anak mereka mengalami pembentukan karakter yang baik ketika mereka menempuh pendidikan karena pada dasarnya itulah tujuan pendidikan yaitu change behavior (perubahan perilaku). Mengajar anak untuk hebat dalam Matematika, Fisika, dan mata pelajaran lain itu mudah, ini jelas seperti yang disampaikan oleh salah satu mentor peserta Olimpiade Fisika Indonesia yaitu Yohanes Surya bahwa mendidik anak jago Fisika itu hanya 6 bulan denga kata lain mengajari anak untuk sebuah pengetahuan itu relatif mudah dibandingakan dengan membentuk karakter seorang anak.

Membentuk karakter anak tidak cukup dalam waktu 6 bulan tetapi membutuhkan waktu yang cukup lama dan tentunya itu dimulai dari pendidikan keluarga. Sering kali pendidikan keluarga ini diabaikan bahka jika berbicara pendidikan pasti pemikiran orang tua tertuju pada guru apalagi jika sekolah dimana anaknya dititipkan dibayar dengan mahal, “Untuk apa bayar mahal kalau anak saya tidak terbentuk karakternya?” kata sebagian orang tua yang menitipkan anaknya di sekolah dan kurang memperhatikan anaknya dikarenakan kesibukannya dalam mencari uang.

Semua diserahkan kepada sekolah dan guru, mereka lupa jika pendidikan pertama dan utama adalah keluarga. Sebagai contoh, percuma jika disekolah seorang anak diajari berdoa oleh gurunya tetapi ketika dirumah dia tidak pernah melihat orang tuanya berdoa. Seorang anak di sekolah diajari untuk menghormati orang tua tetapi ketika dirumah dia melihat kedua orang tuanya memasukkan neneknya ke panti jompo dan berbagai hal lainnya yang terkadang tidak diperdulikan. Pendidikan di sekolah tanpa didukung oleh pendidikan di rumah tidak akan membawa hasil yang memuaskan apalagi jika kita berbicara mengenai pendidikan karakter. Jangan heran jika ada seorang anak begitu pendiam dirumah tetapi begitu liar jika keluar dari lingkungan rumah.

Jangan sampai ketika seorang anak sudah dewasa dan terjun kedalam masyarakat, orang tua menitikkan air mata dikarenakan anak kesayangannya yang terkenal dengan kepintarannya terlibat kasus kriminalitas karena dia tidak mendapat pendidikan karakter yang tepat tetapi hanya pendidikan pengetahuan yang dia gunakan mencari uang dan tanpa dia sadari bahwa cara yang dia lakukan salah dikarenakan selama ini tidak ada yang menyampaikan/menegur jika tindakan dan perilakunya ada yang salah. (PEB)

Older Entries