Peran Guru Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan

Leave a comment

Peningkatan Mutu Pendidikan – Apa sajakah Peran Guru Terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan akan sedikit kami jabarkan pada postingan kali ini. selamat membaca.

Guru dalam proses belajar mengajar mempunyai fungsi ganda, sebagai pengajar dan pendidik, maka guru secara otomatis mempunyai tanggung jawab yg besar dalam mencapai kemajuan pendidikan. Secara teoritis dalam peningkatan mutu pendidikan guru memilki peran antara lain :

  1. sebagai salah satu komponen sentral dalam system pendidikan,
  2. sebagai tenaga pengajar sekaligus pendidik dalam suatu instansi pendidikan (sekolah maupun kelas bimbingan),
  3. penentu mutu hasil pendidikan dengn mencetak peseta didik yg benar-benar menjadi manusia seutuhnya yaitu manusia yang beriman & bertaqwa kepada Allah SWT, percaya diri, disiplin, dan bertnggung jawab,
  4. sebagai factor kunci, mengandung arti bahwa semua kebijakan, rencana inovasi, dan gagasan pendidikan yang ditetapkan guna mewujudkan perubahan system pendidikan, dalam rangka mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan,
  5. sebagai pendukung serta pembimbing peserta didik sebagai generasi yang akan meneruskan estafet pejuang bangsa untuk mengisi kemerdekaan dalam kancah pembangunan nasional serta dalam penyesuaian perkembangaanjaman dan teknologi yang semakin spektakuler,
  6. sebagai pelayan kemanusiaan di lingkungan masyarakat,
  7. sebagai pemonitor praktek profesi.

Yang menjadi pertanyaan sekarang ini adalah “Benarkah guru sebagai penentu keberhasilan pendidikan Indonesia?”.
Mencermati dan memperhatikan Pendidikan di Indonesia, timbullah suatu permasalahan yang menjadi permasalahan nasional, terutama menyangkut masalah standar kelulusan siswa baik yang masuk SMP, SMA maupun Perguruan Tinggi dan lain-lain. Kelulusan siswa tidak ditentukan oleh guru yang memantau dan mendidik serta membimbing dan membina anak didik selama 3 tahun dalam proses belajar dan mengajar, tetapi cukup ditentukan dengan hasil UN selama 2 jam yang sudah ditentukan standar nilai minimumnya. Suatu hal yang tidak logis untuk menilai seseorang mampu dan tidak mampu hanya dari satu aspek saja yaitu aspek kognitif, sedangkan intelektual yang bermoral merupakan proses yang diamati dan dinilai oleh orang yang membmbing, orang yang membina di sini peran guru dikebirikan. Beberapa kasus terjadi, ada seorang siswa yang sering menjuarai berbagai olimpiade sampai tingkat Nasional, berperilaku baik dan santun namun pada saat kelulusan ia dinyatakan tidak lulus. Di sisi lain ada seorang siswa yang kurang baik dalam berperilaku, sering bolos dan tidak sopan, namun ia mendaat nilai tertinggi saat kelulusan. Sungguh ketidak adilan dalam hal ini sangat menonjol.

Di sinilah permasalahan pendidikan di Indonesia yang memunculkan suatu pertanyaan terhadap kelulusan siswa yang hanya ditentukan oleh 3 materi Ujian Nasional, sedangkan materi lain dan keaktifan serta intelektual siswa lainnya yang menyangkut aspek afekti dan psikomotorik siswa tidak dinilai. Jadi peran guru sebagai pengajar sekaligus pendidik disini kurang menentukan hasil pendidikan jika tolok ukurnya masih demikian.

“Guru kencing berdiri murid kencing berlari”. Pepatah ini dapat memberi kita pemahaman bahwa betapa besarnya peran guru dalam dunia pendidikan pada saat masyarakat mulai menggugat kualitas pendidikan yang dijalankan di Indonesia maka akan banyak hal terkait yang harus dibenahi. Masalah sarana dan prasarana pendidikan, sisitem pendidikan, kurikulum, kualitas tenaga pengajar (guru dan dosen), dll.
Secara umum guru merupakan factor penentu tinggi rendahnya kualitas hasil pendidikan. Namun demikian posisi strategis guru untuk meningkatkan mutu hasil pendidikan sangat dipengaruhi oleh kemampuan professional, factor kesejahteraan, dan lain-lain.

semoga sekelumit keterangan diatas bermanfaat, amin yaa robbal alamin.

Sumber : http://makalahpendidikan.blogdetik.com/peran-guru-terhadap-peningkatan-mutu-pendidikan/

Advertisements

TUNTUTAN untuk GURU

Leave a comment

Para pendidik/guru (apapun namanya) baik di lingkungan pendidikan formal maupun formal selalu dituntut macam-macam dalam menjalankan tugasnya, Guru harus bisa memberi contoh, guru harus melek teknologi, guru harus dapat memfasilitasi anak didik supaya dapat memahami serta mengajak anak belajar bagaimana melaksanakan keyakinan moral dalam hidup mereka sehari-hari dan masih banyak lagi tuntutan yang harus dilakukan oleh seorang guru.

Tuntutan itu mungkin sah-sah saja tetapi masalahnya ketika para guru menuntut sesuatu untuk melaksanakan tugasnya apakah ada yang mendengar? Masih ingatkah kita bagaimana perjuangan guru dalam menuntut perhatian pemerintah untuk mereka, sampai-sampai mereka melakukan aksi unjuk rasa di depan presiden demi mengajukan tuntutan mereka. Perlahan memang pemerintah mulai memberikan perhatian kepada guru meskipun lagi-lagi guru dituntut ini dan itu untuk mendapatkan tunjangan yang disiapkan untuk para guru meskipun sebagian besar adalah guru PNS. Disatu sisi kita patut mengapresiasi hal tersebut tetapi lihatlah pendidik/Guru PAUD di Kabupaten Sukabumi saat ini masih ada yang mendapatkan honor Rp. 50.000 sebulan, bukankah mereka guru juga? Mereka juga mendidik anak bangsa dan memiliki peran dalam dunia pendidikan di Indonesia, lalu dimana pemerintah bagi mereka? Bagi mereka hanya bisa mengatakan iklas bagi yang kuat dan bagi yang tidak tahan terpaksa mencari pekerjaan lain yang bisa memberikan penghasilan yang lebih baik.

Semua pihak boleh menuntut apapun kepada guru/pendidik yang ada dinegeri ini tetapi dengarkanlah tuntutan dari pendidik bukan hanya sebatas menuntut bahkan terkadang yang menyampaikan tuntutan adalah orang yang memiliki otoritas dalam pengambilan keputusan dalam meningkatkan kualitas para pendidik tetapi tidak mengambil kebijakan apa-apa dalam memperbaiki guru agar dapat memenuhi tuntutan yang ditujukan kepada mereka.