YUK, BUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA

Blog competition

SUNGAI SAYANG, SUNGAIKU MALANG

Suatu ketika saya melewati sebuah jembatan di sekitar Jakarta Utara dengan mengendarai sepeda motor dan ketika saya melihat kearah sungai yang mengalir dibawah kolong jembatan tersebut,saya terkejut melihat tumpukan sampah yang menutupi sungai dengan seoarang pria paruh baya dengan duduk diatas sebuah rakit kecil memilih-milih sampah yang menumpuk di sungai yang airnya sudah menghitam pekat lebih pekat dari kopi hitam yang saya minum tiap pagi. Dalam pikiran saya pada saat itu langsung terlintas, wajarlah jakarta ini sering terendam banjir ketika musim hujan soalnya semua aliran air sudah tertutup oleh tembok dan sampah dari masyarakat.

Seandainya sungai itu dapat berbicara, saya yakin dia pasti berteriak “saya bukan tempat sampah jangan buang sampah disini” siapapun yang melihat sungai itu pasti akan prihatin dengan kondisi sungai itu karena sudah tidak ada bedanya tempat pembuangan sampah akhir yang ada di bantar gebang. Saya berpikir kapan ini akan bersih kembali dan kapan orang akan berhenti membuang sampahnya disini? sampai saat ini saya tidak menemukan jawabannya tetapi satu keyakinan saya bahwa semua akan bersih jika hati dan pikiran manusia dapat berubah untuk mencintai lingkungannya dan itu akan tercapai hanya melalui pendidikan, didik generasi penerus kita dengan membuang sampah pada tempatnya, dengan generasi penerus yang memiliki kesadaran penuh akan hal itu, sungai itu akan kembali bersih dan bebas dari sampah.

Advertisements

YUK, BUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA

Blog competition

Buanglah sampah pada tempatnya, bukan di selokan,bukan dikali merupakan salah satu pesan Gubernur DKI Jakarta pada puncak perayaan HUT DKI Jakarta  yang ke 486 dan hal itu merupakan ungkapan keprihatinan beliau akan kesadaran warga masyarakat di Jakarta dalam membuang sampah ditempatnya masih sangat rendah, masyarakat baru sadar kalau selama ini melakukan kesalahan setelah tejadi bencana seperti banjir yang sering melanda ibu kota. Beberapa kali penulis masih melihat bukti nyata akan rendahnya kesadaran akan membuang sampah pada tempatnya dan kesadaran ini hampir menyeluruh di seluruh lapisan anggota masyarakat dari kalangan bawah sampai atas, dari anak-anak sampai orang tua. Masyarakat sendiripun sebenarnya sering melihat hal tersebut tetapi tidak ada kesadaran dan keberanian untuk menegurnya mungkin karena mereka juga sering melakukan hal yang sama.

Di angkutan umum banyak sampah berserakan, ditempat umum banyak sampah berserakan, lokasi wisata ketika banyak pengunjung pasti meninggalkan sampah yang berserakan dimana-mana sampai-sampai pengelola harus menerjunkan puluhan petugas kebersihan. Sampah itu memang tidak bisa dihindari tetapi bisa kita kurangi atau daur ulang sehingga memberikan manfaat bagi kebaikan manusia, sudah banyak contoh para pecinta lingkungan mendaur ulang sampah sehingga bisa digunakan kembali, sudah ada orang yang memanfaatkan sampah untuk mendapatkan gas yang dapat digunakan oleh masyarakat banyak dan sudah ratusan orang bisa hidup dari sampah tetapi yang menjadi permasalahan sekarang adalah kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya yang masih rendah, setiap individu seharusnya memberikan contoh akan hal ini, ketika anda sedang menaiki mobil mewah menuju kantor janganlah melempar sampah dari mobil kejalan, ketika kita naik bus umu janganlah membuang sampah dibus itu karena kita harus ingat bukan hanya anda yang akan tergangu akan adanya sampah yang anda tinggalkan tetapi orang-orang yang menggunakan bus tersebut, dan masih banyak sikap-sikap orang lain yang perlu kita revitalisasi sehingga sampah tidak menjadi masalah tetapi menjadi berkah. “Sudahkah kita membuang sampah pada tempatnya?.