Blog competition

SUNGAI SAYANG, SUNGAIKU MALANG

Suatu ketika saya melewati sebuah jembatan di sekitar Jakarta Utara dengan mengendarai sepeda motor dan ketika saya melihat kearah sungai yang mengalir dibawah kolong jembatan tersebut,saya terkejut melihat tumpukan sampah yang menutupi sungai dengan seoarang pria paruh baya dengan duduk diatas sebuah rakit kecil memilih-milih sampah yang menumpuk di sungai yang airnya sudah menghitam pekat lebih pekat dari kopi hitam yang saya minum tiap pagi. Dalam pikiran saya pada saat itu langsung terlintas, wajarlah jakarta ini sering terendam banjir ketika musim hujan soalnya semua aliran air sudah tertutup oleh tembok dan sampah dari masyarakat.

Seandainya sungai itu dapat berbicara, saya yakin dia pasti berteriak “saya bukan tempat sampah jangan buang sampah disini” siapapun yang melihat sungai itu pasti akan prihatin dengan kondisi sungai itu karena sudah tidak ada bedanya tempat pembuangan sampah akhir yang ada di bantar gebang. Saya berpikir kapan ini akan bersih kembali dan kapan orang akan berhenti membuang sampahnya disini? sampai saat ini saya tidak menemukan jawabannya tetapi satu keyakinan saya bahwa semua akan bersih jika hati dan pikiran manusia dapat berubah untuk mencintai lingkungannya dan itu akan tercapai hanya melalui pendidikan, didik generasi penerus kita dengan membuang sampah pada tempatnya, dengan generasi penerus yang memiliki kesadaran penuh akan hal itu, sungai itu akan kembali bersih dan bebas dari sampah.

Advertisements