UN Online, siapa takut?

Wacana pemerintah untuk melaksanakan Ujian Nasional online patut diapresiasi karena hal tersebut merupakan salah satu langkah perubahan dalam dunia pendidikan di Indonesia meskipun memunculkan banyak sekali tanggapan di kalangan dunia pendidikan khususnya pendidikan formal. Ada tanggapan dari kalangan pendidik bahwa sebenarnya siswa belum siap untuk ujian secara online karena takut siswanya tidak lulus. Pihak sekolah masih ragu-ragu atau sama sekali tidak mau karena infrastruktur dari sekolah yang tidak memadai khususnya ketersediaan computer dan jaringan internet yang stabil, dikalangan peserta didik dihantui rasa takut untuk ujian online karena merasa menjadi sebuah beban baru padahal baru saja mereka sedikit merasa tenang mendengar bahwa UN bukan lagi penentu kelulusan.

Tentunya semua kebijakan ada dampak negatif dan positifnya, dalam melihat hal ini penulis lebih banyak melihat sisi positifnya dari sisi negatifnya, antara lain :

  1. Pemerintah akan melakukan penghematan besar dalam pelaksanaan UN, hal ini dilihat dari jumlah dana yang akan dikeluarkan untuk mencetak soal akan jauh berkurang termasuk biaya distribusi dari soal-soal tersebut dan tentunya tidak perlu lagi disimpan di gudang dengan gembok besar dan dijaga polisi.
  2. Tidak ada lagi masalah dengan keterlambatan pengiriman soal ke sekolah-sekolah yang ada di daerah, sehingga pelaksanaan ujian dapat dilakukan secara bersamaan.
  3. Dapat menjadi sebuah alat baru untuk memotivasi peserta didik dalam belajar, karena sejak UN bukan lagi penentu kelulusan semangat peserta didik sudah mulai menurun. Untuk apa belajar keras untuk UN, toh UN bukan lagi penentu kelulusan. Hal ini terlihat dari pembicaraan mereka kepada Guru. “ Pak, ngak usah lagi pendalaman materi kan UN bukan penentu kelulusan”. Dengan UN online guru akan dapat mengatakan supaya mereka belajar karena pada saat UN Online mereka akan langsung mengetahui nilai mereka, jadi mereka tinggal memilih keluar dari ruang ujian dengan kepala tertunduk atau dengan kepala tegak, jika ingin kepala tegak ya harus belajar.
  4. Menghindari kecurangan-kecurangan yang selama ini terjadi dalam pelaksanaan UN, jika dilaksanakan secara online kecurangan akan dapat diminimalisir karena semua dilaksanakan secara online.

Sisi negatifnya, menurut penulis sangatlah kecil seperti :

  1. Sekolah harus meyiapkan siswanya untuk UN online hal ini dapat dilakukan melalui try out, pendalaman materi lebih serius dan lain sebagainya.
  2. Sekolah dituntut untuk menyiapkan infrastruktur yang lebih baik yang akan membebani sekolah-sekolah swasta yang ada di Indonesia.
  3. Munculnya rasa ketakutan dari guru kalau nilai peserta didiknya akan jelek, meskipun hal ini tidak terlalu beralasan karena ketika ujian menggunakan kertaspun tidak ada jaminan kalau mereka akan mendapatkan nilai bagus karena semua diperiksana menggunakan computer.

Sisi negatif dari pelaksanaan UN online ini pada dasarnya bisa diatasi jika pemerintah benar-benar serius dalam melaksanakan program ini.Jadi jika melihat uraian diatas, kenapa harus takut jika UN Online?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s