NILAI DAN UJIAN

Disaat seorang anak masuk ke sekolah hal pertama yang biasanya disampaikan orang tua pada anaknya adalah rajin belajar supaya pintar dan dalam pemahaman orang tua kata pintar dapat diukur dari nilai yang diperoleh oleh anak melalui ulangan harian, ulangan praktek, dan ujian-ujian lain yang berujung pada selembar kertas yang saat ini disebut dengan sertifikat. Orang tua akan sumiringah jika nilai anak-anak mereka tinggi dan sebaliknya akan memarahi anaknya jika nilai yang diperoleh rendah dan cenderung menyalahkan anaknya. Terkadang orang tua lupa jika pada dasarnya seorang anak masuk ke sebuah institusi pendidikan pada dasarnya bukanlah untuk mendapatkan nilai ataupun pintar semata. Kita harus mengingat bahwa tujuan pendidikan itu adalah merubah perilaku (change behavior) bukan mencari nilai. Hal inilah yang saat ini sering dilupakan oleh orang tua. Orang tua cenderung hanya melihat nilai yang tercantum dalam lembaran kertas bukan pada nilai yang sesungguhnya yaitu adanya perubahan perilaku anak mereka baik pada saat dia dirumah, bergaul dengan temannya, berbicara dengan orang tuanya, bersikap jika dia menghadapi sebuah masalah, bagaimana dia menyelesaikan kesulitan yang dia hadapi  dalam kehidupannya sehari-hari.

 

Lembaga pendidikanpun sesunguhnya tidaklah baik jika langsung merasa bangga sebagai tempat menuntut ilmu yang bagus atau hebat jika lulusan-lulusan mereka mendapat nilai bagus dan lulus 100% pada ujian nasional yang diselenggarakan negara dan para pendidik dan tenaga kependidikan pada lembaga tersebut langsung merasa bahwa mereka telah sukses mendidik siswa-siswinya sehingga lulus 100% dan masyarakatpun akan memberi label dengan sebutan sekolah favorit atau sekolah bagus padahal tanpa mereka sadari bahwa banyak para korupror-koruptor yang ada dinegeri ini berasal dari sekolah-sekolah yang mereka cap sebagai sekolah favorit alias sekolah bagus.

Pendidikan yang bagus bukannlah dinilai seberapa banyak siswanya lulus dengan nilai tinggi tetapi dari seberapa banyak siswanya yang memiliki perubahan perilaku setelah mereka menyelesaikan masa pendidikan mereka di sekolah dan hasil yang sesungguhnya akan terlihat pada generasi-generasi di masa yang akan datang ataupun dalam pola tingkah hidup mereka setiap hari, pendidikan dapat dikatakan berhasil jika anak-anak sudah tidak membuang sampah sembarangan, tidak mengucapkan kata-kata kasar pada temannya apalagi pada orang yang lebih tua, memahami mana hak dan kewajibannya, menunjukkan rasa hormat pada orang yeng lebih tua dan menghargai perbedan-perbedaan disekitar mereka dan hal-hal lain yang pada dasarnya dapat kita lihat secara kasat mata. Jika lembaga pendidikan  telah berhasil meluluskan anak-anak seperti itu maka dimasa yang akan datang, generasi masa depan bangsa ini akan menciptakan kota yang bersih, bebas korupsi, kolusi dan nepotisme, dan akan menikmati indahnya kebhinekaan nusantara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s