HRD dan MARKOM di SEKOLAH

Saat ini tangtangan sekolah khususnya lembaga-lembaga swasta semakin berat apalagi sejak diluncurkannya sekolah gratis di sekolah negeri yang tentunya membawa dampak menurunnya minat orang tua untuk menyekolahkan anaknya di sekolah swasta dengan alasan biaya sekolah di swasta yang mahal dan tidak heran jika sekolah-sekolah swasta diberbagai daerah banyak yang tutup karena tidak memiliki peserta didik.

Sekolah yang masih bertahan hingga saat ini tentunya merasakan kekwatiran akan keberlanjutan sekolah mereka ditambah lagi dengan menjamurnya sekolah-sekolah yang bertaraf internasional dengan kurikulum Cambridge dan international Baccalaureate (IB) yang tentunya semakin membawa dampak yang besar bagi sekolah-sekolah swasta di negeri ini. Sekolah internasional memang mahal tetapi pada kenyataannya sekolah ini semakin bertambah dan selalu dibanjiri oleh peserta didik, lalu kenapa sekolah-sekolah swasta yang notabene biaya sekolahnya lebih rendah dari sekolah internasional banyak yang tutup? Hal ini menjadi pertanyaan besar bagi semua stakeholder yang ada disekolah yaitu Yayasan, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, Guru dan karyawan.

Sekolah harus merubah mindset mereka jika ingin bertahan, sekolah harus melalukukan perubahan sesesuai dengan kebutuhan pasar saat ini dan hal-hal lain yang membantu sekolah untuk tetap bertahan. Untuk melakukan hal tersebut salah satu hal yang dapat dilakukan adalah membentuk tim yang membantu sekolah untuk dapat bertahan dan menjawab tantangan yang sekolah hadapi saat ini. Tim tersebut berupa tim human resources and development (HRD) dan tim marketing dan komunikasi (MARKOM). Saat ini jarang sekali sekolah memiliki tim seperti ini, biasanya fungsi kedua tim ini dilakukan oleh pihak yayasan dengan kemampuan sumber daya manusia yang terbatas.

HRD memiliki fungsi untuk melakukan berbagai riset tentang kondisi sekolah saat ini dan rencana sekolah kedepannya termasuk dalam hal ini adalah menyusun analisis TOWS (treats, opportunities, weakness, and strengths) sehingga sekolah memiliki dasar membuat kerangka kerja untuk sekolah mereka. MARKOM memiliki fungsi untuk memasarkan sekolah mereka ke masyarakat sehingga masyarakat dapat mengetahui keberadaan sebuah sekolah termasuk prestasi-prestasi yang dicapai oleh sekolah. Banyak prestasi-prestasi yang dicapai oleh sekolah tetapi sering kali prestasi tersebut tidak banyak orang yang mengetahuinya sehingga tidak banyak orang pula yang mengetahui bahwa sekolah tersebut telah mencetak siswa berprestasi.

Hal tersebut diatas merupakan sebagian contoh dari fungsi HRD dan MARKOM tetapi akan memiliki dampak yang besar bagi sekolah dan tentunya akan banyak lagi manfaat yang diberikan oleh kedua tim ini jika dijalankan dengan baik. Biaya untuk membentuknya dapat kita tekan dengan meminta bantuan dari mahasiswa-mahasiswa yang menguasai bidang ini atau tenaga-tenaga pekerja yang fresh graduate yang masih dalam tahap mencari pengalaman sehingga dapat menekan biaya untuk membentuk tim ini.

Advertisements