SUPERVISI GURU

Supervisi/pengawasan merupakan salah satu bentuk pembinaan yang dilakukan oleh sekolah untuk para gurunya. Pada umumnya supervisi dilakukan untuk melihat kompetensi pedagogy guru dikelas yang meliputi kemampuan sang guru dalam menyampaikan materi kepada peserta didik, classroom management, time management selama jam pelajaran berlangsung dan hal lain yang berkaitan dengan proses pembelajaran.

Menurut Ross L,1980 Supervisi adalah pelayanan kepada guru-guru yang bertujuan menghasilkan perbaikan pengajaran, pembelajaran dan kurikulum. Dalam pengertian ini supervisi dianggap sebagai pelayanan kepada guru-guru yang bertujuan menghasilkan perbaikan. Dengan melihat pengertian tersebut tidak berdasar jika ada guru yang mengatakan kalau supervisi yang dilakukan hanya sekedar mencari-cari kesalahan dari guru dan hanya menambah beban guru saja.

Supervisi bukanlah mencari kesalahan tetapi sebenarnya adalah melayani guru-guru untuk melakukan perbaikan terhadap profesionalitas mereka dalam menjalankan tugasnya. Supervisi dalam sebuah sekolah tidak hanya dilakukan oleh Kepala sekolah tetapi semua pihak dapat terlibat dalam pelaksanaan supervisi seperti Wakil Kepala Sekolah, Yayasan (sekolah Swasta),Dinas pendidikan, lembaga lain bahkan siswa sendiripun seharusnya dilibatkan dalam proses supervisi. Dalam supervisi semua akan memberikan masukan-masukan untuk meningkatkan kemampuan dari seorang guru.

Mengapa supervisi dianggap sebagai momok yang menakutkan bagi guru ataupun pihak lain yang disupervisi? Karena banyak guru yang tidak melakukan proses pembelajaran sehari-harinya sesuai dengan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajarn) yang telah dibuat sebelumnya. RPP hanya dijadikan sebagai formalitas laporan kepada Kepala Sekolah, Dinas Pendidikan dan pihak lain yang berkepentingan bukan sebagai panduan/guidance dalam menjalankan proses pembelajaran. Jika sudah diberitahukan ada supervis baru membuka Silabus dan RPPnya bahkan ada guru yang ketika disupervisi belum menyiapkan Silabus dan RPPnya dan guru tersebut menyampaikan materinya hanya berdasarkan buku yang dia pegang dan tentunya tidak ada persiapan yang dilakukan ketika akan mengajar. Padahal hal terpenting dari seorang guru dalam mengajar adalah persiapan,persiapan dan persiapan bukan cuma sekedar berdiri dan berbicara di depan kelas tetapi harus mempersiapkan segala sesuatunya untuk mencapai tujuan dari pembelajaran. Selain itu, guru cenderung tidak melakukan persiapan sebelum mengajar.Mengajar dianggap sebagai rutinitas yang dilakukan setiap hari sehingga tidak perlu lagi untuk melakukan persiapan kecuali akan ada supervisi. Pemikiran bahwa mengajar merupakan sebuah rutinitas yang dilakukan secara berulang-ulang tanpa disadari merupakan sebuah mental blok seorang guru. Disinilah supervisi tersebut dibutuhkan. Para supervisor akan memberikan masukan-masukan dari apa yang dilakukan oleh guru, membuka pemikiran guru akan hal baru, membuat inovasi baru dalam pengajaran, dan hal-hal lain yang sekiranya dibutuhkan untuk pengembangan guru untuk meningkatkan profesionalitasnya dalam melakukan proses belajar di kelas.

Hasil supervisi juga sebetulnya tidak boleh hanya sebagai ajang formalitas semata tetapi harus ada tindak lanjut dari supervisi tersebut misalkan melakukan follow up dari hasil supervisi, menjadi bahan referensi untuk supervisi selanjutnya apakah ada perkembangan atau tidak, dan menyusun rencana selanjutnya sehingga output yang dihasilkan dalam pengajaran dapat tercapai. (PEB)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s