MERUBAH WAJAH PENDIDIKAN INDONESIA

Salah satu senjata utama merubah wajah sebuah bangsa tentunya melalui pendidikan karena dengan pendidikanlah sumber daya manusia dapat diciptakan untuk merubah bangsa dimasa yang akan datang. Pendidikan disini adalah yang mendidik generasi penerus bangsa kedepannya dimana generasi akan berganti menjadi generasi yang baru secara terus menerus.

Nusantara ini tentunya akan menjadi bangsa yang luar biasa kalau sumber daya manusianya menjadi manusia terdidik dan mendidik yang siap membangun bangsa bukan mengerogoti bangsa. Tentunya Nusantara tidak akan terpuruk seperti saat ini dimana banyak kasus korupsi,narkoba yang merajela,partai politik saling sikut berebut kekuasaan, bencana asap semakin hari semakin dahsyat, dan masih banyak hal lain yang sungguh disayangkan terjadi disebuah bangsa yang luar biasa ini.

Melihat kondisi bangsa seperti ini tentunya harus ada rencana untuk berubah karena output pendidikan kita sudah tidak cocok lagi dengan perubahan zaman saat ini. Pendidikan kita yang bertumpu pada pengetahuan semata harus dirubah kearah pendidikan mental anak bangsa. Mendidik anak-anak untuk mampu dalam bidang pengetahuan itu hal yang mudah, Prof. Johanes Surya sudah membuktikan dimana beliau mendidik anak-anak Papua yang notabene pendidikan mereka jauh tertinggal menjadi anak-anak yang hebat dalam bidang matematika dan sains dalam waktu yang singkat. Hal ini membuktikan bahwa mendidik anak untuk memahami pengetahuan yang dipelajari di sekolah setiap hari di sekolah lebih mudah daripada mendidik mental anak-anak menjadi generasi baru bermental baru. Selama ini peserta didik di sekolah diajari Matematika, Fisika, Kimia, dan mata pelajaran lain dengan waktu minimal 2 x 45 menit/2 x 40 menit tetapi pertanyaannya berapa lama anak-anak itu didik untuk membuang sampah pada tempatnya, bagaimana kita belajar menghargai perbedaan, bagaimana caranya menjaga kebersihan, bagaimana caranya menghargai barang-barang publik dan hal lain-lain yang seharusnya terlihat dalam kehidupan kita sehari-hari.

Orang tua lebih kwatir anaknya mendapat nilai jelek di bidang Matematika dibandingkan perilaku kurang baik dalam kehidupannya sehari-hari seperti : membuang sampah sembarangan, membawa kendaraan meskipun belum cukup umur, mengucapkan kata kasar ketemannya, dan hal-hal yang semestinya tidak akan terjadi jika pendidikan kita berhasil. Ketika ada terjadi kasus kekerasan yang menyebabkan seorang anak tewas ditangan temannya sendiri, semua para aktivis berteriak tidak jelas seolah-olah merekalah manusia-manusia pelindung anak padahal seharusnya mereka malu karena lembaga mereka dibentuk untuk melindungi anak-anak tetapi nyatanya semakin banyak kasus-kasus kekerasan pada anak yang semakin hari semakin mengerikan.

Akar permasalahan dari masalah-masalah yang terjadi selama ini sebenarnya sederhana, wajah pendidikan kita sudah terlalu tua untuk menciptakan generasi yang jujur, pantang menyerah, pekerja keras, bermental baja dan bertaqwa. Rubah dunia pendidikan kita dari belajar ilmu pengetahuan yang sebenarnya mereka tidak akan gunakan saat mereka dewasa dengan memperbanyak belajar hal-hal yang berbau kehidupan nyata yang akan membuat mereka menjadi generasi yang bermental baru. Ajari orang tua supaya mereka dapat mendidik anak-anak mereka dirumah sehingga tidak hanya mampu menyalahkan sekolah karena merasa anaknya telah salah didik. Ajari para pejabat lingkungan seperti RT,RW, dan Lurah bagaimana menciptakan lingkungan yang ramah dan menyenangkan buat anak supaya kita tidak melihat dan mendengar lagi seorang anak mengalami tindak kekerasan oleh temannya sendiri, anak tewas dibunuh oleh tetangga sendiri, seorang anak mengalami tindak kekerasan seksual, seorang anak menjual temannya sendiri seperti yang terjadi baru-baru ini dan semua tindak kejahatan yang seharusnya tidak dialami oleh anak Indonesia.(PEB)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s