PEMBELAJARAN DIGITAL

Gambar untuk e-learning

Tidak terasa akhir tahun 2015 sudah dekat dan sesaat lagi kita akan memasuki Masyakarat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan resmi berlaku pada 31 Desember 2015 sesuai dengan kesepakatan pada KTT ASEAN yang berlangsung di Malaysia pada tanggal 20 – 22 November 2015. Dengan berlakunya MEA berarti tenaga kerja asing akan datang ke negara kita dalam segala bidang termasuk dalam bidang pendidikan. Dalam dunia pendidikan meliputi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan baik formal maupun nonformal. Yang menjadi pertanyaan kita saat ini apakah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang ada di kita saat ini sudah siap bersaing dengan mereka? Kemampuan pendidik dan tenaga pendidik kita mungkin sama dengan negara-negara lain yang ada di ASEAN dalam hal melakukan proses pembelajaran tetapi saat ini kita dihadapkan pada bergesernya paradigma dalam dunia pendidikan dimana saat ini pendidikan sudah bergeser pada dunia pendidikan berbasis digital era abad 21 yang cenderung berbasis pada dunia digital atau lebih dikenal dengan E-Learning .


E-learning sendiri merupkan kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan data jaringan sebagai metode penyampaian, interaksi, dan fasilitasi dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik dapat belajar tanpa dibatasi oleh sekat ruang kelas. Dalam E-Learning para peserta didik dapat belajar berbagai hal, saling berbagi dan bekerja secara bersama-sama melalui jaringan yang digunakan. Saat ini sudah banyak sekali aplikasi-aplikasi yang mendukung pembelajaran e-learning tetapi belum dapat digunakan secara maksimal oleh tenapa pendidik yang ada di Indonesia.
Dari beberapa sekolah yang penulis amati masih banyak guru yang belum memahami akan hal ini sedangkan jika penulis perhatikan pada pendidik yang ada di sekolah-sekolah Internasional salah satu kelebihan mereka adalah peggunaan e-learning selain dalam penguasaan bahasa Inggris. Seharusnya program pemerintah lebih diarahkan dalam mempersiapkan para pendidik di negeri kita dalam melakukan hal ini termasuk dalam mempersiapkan mereka dalam posisi yang baru dimana pendidik bukan lagi mentransfer ilmu secara utuh tetapi menjadi fasilitator dalam proses pembelajaran jangan sampai terjadi pembelajaran abad 21 tetapi masih mengunakan metode pembelajaran abad 20 atau bahkan abad 19 yang tentunya akan membuat pendidik dan tenaga kependidikan di negara kita akan menjadi penonton di negeri sendiri.
Selain itu sekolah-sekolah yang ada juga harus disiapkan infrastruktur dalam menyambut program ini seperti jaringan internet yang mumpuni, komputer dengan spesifikasi yang baik, dan lain sebagainya yang sekiranya dapat mendukung proses pembelajaran secara digital.Pendidik juga harus disiapkan dalam membuat materi ajar secara digital (digital content) supaya pelaksanaan berjalan dengan baik dan diharapkan adanya kualitas pendidikan yang meningkat. Nusantara yang luas ini dimana terdiri dari ribuan pulau yang sangat beragam, e-learning dapat menjadi salah satu jembatan dalam mengatasi kurang meratanya pendidikan di negara kita dengan catatan adanya kesungguhan pemerintah dalam mempersiapkan infrastruktur pendukung kerarah sana. (PEB)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s