GURUKU

DSCN0919

Guru dahulu disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang mencetak para generasi-generasi penerus di negeri ini hingga saat ini, guru di zaman Umar Bakri selalu identik dengan pengorbanan dan pengabdian sampai tiba di era reformasi guru bergeser menjadi sebuah profesi kehormatan meskipun tidak semua guru merasakan makna dari profesi kehormatan tersebut. Guru mendapatkan perhatian dari pemerintah melalui sertifikasi dan kenaikan gaji,dan tunjangan-tunjangan lainnya sehingga profesi gurupun mendapat pandangan yang lebih baik ditengah-tengah masyarakat.

Pengorbanan dan pengabdian menjadi bergeser menjadi kehormatan, ada beberapa kalangan yang menyampaikan bahwa lagu hyme guru tidak perlu lagi diperdengarkan karena guru tidak lagi sebagai pengorbanan tanpa mereka tahu bahwa masih banyak guru-guru yang berjuang mati-matian untuk mendapatkan kehormatan atas profesinya. Dalam sebuah acara televisi ada seorang guru yang hanya mendapatkan Rp. 50.000 sebulan dalam menjalankan profesinya menjadi seorang guru. Dalam keseharian yang pernah penulis saksikan sendiri dimana guru menjadi tukang ojek dan pekerja kebun orang untuk memenuhi kebutuhan mereka, lalu masih tepatkah jika dikatakan bahwa guru bukanlah pengorbanan?

Mungkin sebagian orang mengangap hal ini merupakan hal yang sepele, tidak penting dan lain sebagainya tetapi disisi lain ada guru yang menjerit dalam pengorbanannya mendidik anak bangsa. Dimata penulis dalam menjalankan profesinya guru tetaplah membutuhkan pengorbanan dan pengabdian, karena menjadi guru bukanlah profesi yang mudah atau sama seperti profesi-profesi lainnya karena menjadi guru dibutuhkan hati yang siap untuk berkorban dan mengabdi.

Kita harus ingat kembali bahwa guru bukanlah profesi semata tetapi guru adalah bagian dari pembentukan karakter bangsa, jika guru gagal dalam membentuk karakter anak didiknya maka dampaknya sangat luas yaitu masa depan bangsa, sangat berbeda dengan pekerja-pekerja yang lain dimana jika terjadi kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja hanya berdampak pada lingkungan kerjanya saja dengan kata lain guru bukan hanya sekedar guru tetapi mereka adalah bagian dari pencetak generasi bangsa yang akan datang. Ditangan guru masa depan bangsa ini dipertaruhkan meskipun banyak sekali orang-orang yang tidak memperdulikan hal tersebut termasuk pejabat-pejabat publik sendiri yang cuma menilai hanya dari satu sisi saja yaitu materi padahal dengan beban yang diberikan kepada guru seharusnya tidak semata-mata hanya berupa materi tetapi juga tecnical dan soft skill yang lebih baik dalam mendidik.

Tidak dapat dipungkiri belum ada penelitian yang menyatakan bahwa program sertifikasi meningkatkan kualitas seorang guru, Ujian kompetensi Guru meningkatkan profesionalisme guru dan belum ada hal yang membuktikan bahwa kompetensi guru kita telah sama seperti guru-guru di negara lain. Dari berbagai hal tersebut, masih banyak tugas negara untuk meningkatkanĀ profesi guru menjadi profesi yang lebih terhormat dan hebat, bukan profesi yang dipandang sebelah mata, profesi yang menjadi kebanggaan orang tua untuk anaknya, dan negara menjadi bangga karena memiliki guru yang hebat. SELAMAT HARI GURU.(PEB)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s