PERLUNYA REVOLUSI MENTAL

20151227_143243

Gambar diatas merupakan sebuah tempat wisata di daerah Jakarta Utara, dimana para pengunjung meninggalkan sampah ketika mereka kembali ke rumah masing-masing tanpa adanya kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya padahal pengelola tempat sudah menyiapkan tempat sampah yang sebenarnya tidak jauh dari pengunjung tersebut menikmati waktu liburannya.

Continue reading “PERLUNYA REVOLUSI MENTAL”

Advertisements

GUNAKAN KJP DENGAN BIJAKSANA

Pada era Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta, lahirlah yang namanya Kartu Jakarta Pintar selain Kartu Jakarta Sehat sesuai yang dijanjikan beliau pada saat melakukan kampanye menjadi Gubernur DKI Jakarta. Tujuan Kartu Jakarta Pintar (KJP) tersebut sebenarnya sangat mulia yaitu membantu orang-orang yang tidak mampu untuk terus sekolah dan tidak putus sekolah karena ketiadaan biaya.

Continue reading “GUNAKAN KJP DENGAN BIJAKSANA”

PENDIDIKAN NONFORMAL HARUS MENGADOPSI TEKNOLOGI

31564_in_Pendidi-2

Pendidikan nonformal memiliki keterbatasan khususnya di daerah-daerah yang tingkat pendidikannya masih tertinggal dengan daerah-daerah lain, tetapi satu hal yang harus kita ingat bahwa pendidikan nonformal memiliki semangat untuk maju dan berkarya. Sudah banyak yang membuktikan bahwa untuk mencapai kesuksesan tidak harus melalui pendidikan formal tetapi melalui pendidikan informal dan formal seseorang bisa maju.

Continue reading “PENDIDIKAN NONFORMAL HARUS MENGADOPSI TEKNOLOGI”

MENDIDIK DALAM KETERBATASAN

IMG_0061

Pendidikan merupakan hak azasi utama seorang manusia yang harus disediakan oleh negara, pendidikan sesungguhnya bukanlah hak milik dari sebagian orang yang memiliki uang atau hanya masyarakat yang tinggal di satu wilayah tertentu saja. Pendidikan merupakan kunci dalam pembangunan sebuah bangsa menjadi sebuah bangsa yang maju. Namun sayangnya masih banyak masyarakat yang masih usia sekolah tidak mendapatkan haknya akan mendapatkan pendidikan dikarenakan dengan situasi dan kondisi yang beragam.

Continue reading “MENDIDIK DALAM KETERBATASAN”

MENDIDIK ALA GUBERNUR AHOK

Gubernur DKI Jakarta Ahok beberapa kali melakukan perombakan dalam struktur organisasi pemerintahan DKI Jakarta dan tidak tangung-tangung seorang kepala Dinas bisa diturunkan jadi staf dan menurut saya belum ada Gubernur di Indonesia ini yang melakukan hal seperti itu sepanjang sejarah negeri ini ada.

Banyak yang terkejut dengan gebrakan yang dilakukan Ahok bahkan ada yang membenci Ahok karena sikapnya dikatakan tidak berprikemanusiaan tetapi hingga saat ini Ahok tetap berdiri tegak dan selalu disambut hangat oleh masyarakat karena masyarakat merasa apa yang Ahok lakukan merupakan cerminan jeritan hati rakyat akan tingkah laku para pejabat selama ini.

Pemerintahan yang bersih merupakan tujuan dari pemerintahan Ahok, aparat pemerintah yang bersih dari korupsi tentunya akan menjalankan roda pemerintahan lebih baik dan satu hal yang pasti tidak akan tergangu dengan hal-hal yang berbau koruptif darimanapun asalnya. Tidak mudah memang menciptakan pemerintahan seperti ini tetapi Ahok tidak menyerah dan satu hal yang patut dicontoh adalah dia tidak takut menghadapi apapun termasuk pemeriksaan-pemeriksaan yang harus beliau jalani dari beberapa kasus yang sedang dia hadapi. Tentunya rasa takutnya hilang karena pastinya dia tidak melakukan seperti yang dituduhkan orang selama ini kepada dirinya terutama orang-orang yang tidak suka dengan Ahok yang mengatasnamakan dirinya wakil rakyat.

Dari semua yang Ahok lakukanĀ  tentunya bagi dunia pendidikan merupakan tamparan keras. Sejauh mana pendidikan kita mampu menciptakan pemimpin seperti Ahok? Berdiri tegak dan bersuara lantang menentang para koruptor-koruptor melalui anggaran siluman, berdiri tegak menegakkan kebenaran, pantang menyerah dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, dan menghempaskan para aparat-aparat pemerintah yang tidak bisa bekerja sesuai harapan rakyat. Sejauh mana nilai-nilai yang diterapkan Ahok dalam pemerintahannya diajarkan dibangku sekolah atau apakah nilai-nilai seperti ini tidak pernah diajarkan? Lalu sejauh mana lingkungan disekitar kita mendidik anak-anak kita menjadi pemimpin-pemimpin seperti Ahok atau kita menutup mata untuk hal ini. Jika pendidikan dan lingkungan tidak bisa mendidik dan menciptakan pemimpin-pemimpin seperti ini lalu bagaimana kita mengharapkan negara kita akan berubah dan jangan harapkan kasus-kasus korupsi, mafia anggaran, nepotisme,dan kolusi akan hilang dari Nusantara ini. (PEB)