MENDIDIK ALA GUBERNUR AHOK

Gubernur DKI Jakarta Ahok beberapa kali melakukan perombakan dalam struktur organisasi pemerintahan DKI Jakarta dan tidak tangung-tangung seorang kepala Dinas bisa diturunkan jadi staf dan menurut saya belum ada Gubernur di Indonesia ini yang melakukan hal seperti itu sepanjang sejarah negeri ini ada.

Banyak yang terkejut dengan gebrakan yang dilakukan Ahok bahkan ada yang membenci Ahok karena sikapnya dikatakan tidak berprikemanusiaan tetapi hingga saat ini Ahok tetap berdiri tegak dan selalu disambut hangat oleh masyarakat karena masyarakat merasa apa yang Ahok lakukan merupakan cerminan jeritan hati rakyat akan tingkah laku para pejabat selama ini.

Pemerintahan yang bersih merupakan tujuan dari pemerintahan Ahok, aparat pemerintah yang bersih dari korupsi tentunya akan menjalankan roda pemerintahan lebih baik dan satu hal yang pasti tidak akan tergangu dengan hal-hal yang berbau koruptif darimanapun asalnya. Tidak mudah memang menciptakan pemerintahan seperti ini tetapi Ahok tidak menyerah dan satu hal yang patut dicontoh adalah dia tidak takut menghadapi apapun termasuk pemeriksaan-pemeriksaan yang harus beliau jalani dari beberapa kasus yang sedang dia hadapi. Tentunya rasa takutnya hilang karena pastinya dia tidak melakukan seperti yang dituduhkan orang selama ini kepada dirinya terutama orang-orang yang tidak suka dengan Ahok yang mengatasnamakan dirinya wakil rakyat.

Dari semua yang Ahok lakukan  tentunya bagi dunia pendidikan merupakan tamparan keras. Sejauh mana pendidikan kita mampu menciptakan pemimpin seperti Ahok? Berdiri tegak dan bersuara lantang menentang para koruptor-koruptor melalui anggaran siluman, berdiri tegak menegakkan kebenaran, pantang menyerah dalam menciptakan pemerintahan yang bersih, dan menghempaskan para aparat-aparat pemerintah yang tidak bisa bekerja sesuai harapan rakyat. Sejauh mana nilai-nilai yang diterapkan Ahok dalam pemerintahannya diajarkan dibangku sekolah atau apakah nilai-nilai seperti ini tidak pernah diajarkan? Lalu sejauh mana lingkungan disekitar kita mendidik anak-anak kita menjadi pemimpin-pemimpin seperti Ahok atau kita menutup mata untuk hal ini. Jika pendidikan dan lingkungan tidak bisa mendidik dan menciptakan pemimpin-pemimpin seperti ini lalu bagaimana kita mengharapkan negara kita akan berubah dan jangan harapkan kasus-kasus korupsi, mafia anggaran, nepotisme,dan kolusi akan hilang dari Nusantara ini. (PEB)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s