Perkembangan anak ditentutukan oleh beberapa faktor diantaranya lingkungan yang mendukung perkembangan anak,keluarga yang harmonis, dan pendidikan yang baik serta menyenangkan. Hal ini sudah sewajarnya menjadi hak anak dan diberikan kepada sang anak. Hal-hal tersebut akan berdampak secara langsung pada perkembangan mental seorang anak

Anak-anak di Indonesia belum tentu menerima semua hal tersebut diatas yang disebabkan oleh beberapa faktor dan tanpa kita sadari telah membuat kesehatan mental anak menjadi tergangu dan tidak dapat secara maksimal mengolah potensi yang ada dalam dirinya. Faktor tersebut diantaranya adalah kurangnya perhatian orang tua terhadap anak yang disebabkan waktu yang terkuras habis untuk mencari rejeki, pergi pada pagi hari dan pulang sudah larut malam. Jika bertemupun terkadang orang tua lebih mementingkan membuka gadgetnya daripada berbicara kepada anaknya yang pada akhirnya anak merasa diacuhkan dan mencari perhatian diluar rumah.

Perceraian yang tinggi di tengah-tengah masyarakat tentunya korban pertama adalah anak-anak, sesungguhnya sehebat apapun orang tua menciptakan suasana yang harmonis pasca perceraian tidak akan mampu membuat anak merasa nyaman seperti sebelum terjadinya perceraian. Perceraian pastinya mempengaruhi perkembangan anak dan orang tua tentunya harus bekerja extra keras untuk menjaga kesehatan mental anak pasca mengalami perceraian. Keluarga yang harmonis merupakan dambaan setiap orang, keluarga yang harmonis merupakan jembatan menuju perubahan bangsa ke arah yang lebih baik.

Pendidikan sebagai lembaga yang seharusnya menjadi tempat untuk memulihkan kesehatan mental anak terkadang tidak disadari oleh sekolah akan hal ini malahan membuat kesehatan mental anak menjadi tergangu yang disebabkan oleh situasi sekolah tidak kondusif untuk menjaga kesehatan anak. Hukuman dari Guru, Bully dari teman, suasana kelas yang tegang dan lain sebagainya tentunya akan membuat kesehatan mental anak menjadi tergangu. Dunia pendidikan di zaman ini harus memperhatikan hal tersebut karena tentunya akan mempengaruhi keberhasilan dunia pendidikan dalam mendidik anaknya. Kesehatan mental anak bukanlah hal yang main-main dan harus menjadi perhatian serius dunia pendidikan saat ini. (PEB)

Advertisements