PENGENDARA DINI

Beberapa hari yang lalu saya menonton sebuah tayangan di salah satu televisi swasta dimana dalam tayangan tersebut ada pameran motor di Jepang dan selain orang dewasa ternyata banyak juga anak-anak yang datang bersama kedua orang tua mereka. Anak-anak tersebut dengan wajah ceria menaiki motor tersebut dan sepintas saya lagi sepertinya mereka sangat bahagia berada diatas sepeda motor tersebut.

Aneka jenis sepeda motor  dipajang dalam pameran tersebut, mulai yang kelihatan sederhana sampai yang mewah dan sepertinya semua sepeda motor itu produksi Jepang sendiri mungkin ini juga salah satu tujuan dari orang tua membawa anak-anaknya ke pameran tersebut yaitu menumbuhkan rasa nasionalisme mereka akan produk-produk yang dihasilkan dari negeri mereka sendiri tanpa haus akan produk luar negeri seperti kebanyakan masyarakat kita disini.

Continue reading “PENGENDARA DINI”

PENDIDIKAN CONTOH

Suatu sore yang sejuk seperti biasa saya berjalan-jalan bersama anak dan istri saya menggunakan sepeda motor, sebenarnya tujuannya supaya anak-anak tidak terlalu bosan di rumah karena sudah 1 harian dirumah terus dan kebetulan hari itu hari Sabtu jadi saya pulang lebih cepat. Setelah berjalan-jalan kami mampir ke minimarket untuk mengambil uang di ATM. Setelah mengambil uang dan bermaksud membeli sesuatu di minimarket tersebut namun apa yang dicari di minimarket tersebut sedang tidak ada jadi kami langsung pulang.

Di depan minimarket tersebut kebetulan ada penjual otak-otak dan saya tertarik untuk membeli karena saya lihat banyak juga yang beli dan sepertinya enak. Kami beli dan makan otak-otak tersebut, otak-otak dibungkus dalam plastik diberi sambel dan tusuk gigi untuk mempermudah mengambil otak-otak tersebut dari dalam plastik. Kamipun menikmati otak-otak tersebut dan rasanya cukup enak. Setelah selesai makan akupun berjalan menuju tempat sampah yang berjalak sekitar 5 meter dari tempat kami makan, saya pun berjalan dan menaruh plastik bekas otak-otak yang kami beli dalam tempat sampah warna kuning tersebut dan setelah itu putriku yang paling besar berlari menuju tempat sampah tersebut dan menaruh  tusuk gigi yang dipakai untuk makan otak-otak tadi kedalam tempat sampah. Akupun tersenyum dan merasa bangsa jika aku bisa memberikan contoh yang baik bagi putriku.

Dari kejadian tersebut, akupun berpikir bahwa pendidikan kita seharusnya mengarah kesana yaitu pendidikan contoh. Selama ini guru berada di depan kelas akan perilaku-perilaku yang baik tetapi mereka tidak melihat contoh dari apa yang disampaikan oleh guru mereka bahkan yang mereka lihat adalah hal sebaliknya seperti korupsi, kolusi, nepotisme, demo anarkis, tindak kekerasan dan lain sebagainya. Pendidikan kita harus mengarah ke pendidikan contoh, contoh tidak hanya di sekolah tetapi dilingkungan sekitar anak karena tidak mungkin jika anak saya yang sudah saya berikan contoh yang baik suatu saat berubah karena melihat lingkungan sekitarnya membuang sampah sembarangan walaupun sampah yang kecil. Saatnya semua masyarakat menciptakan pendidikan contoh bukan pendidikan angka diatas kertas. (PEB)

KARAKTER SUPAYA LEBIH SUKES MENGAJAR

Kesuksesan dari seorang pendidik akan dipengaruhi oleh karakter yang dimiliki. Dibawah ini ada 6 karakter untuk menjadi seorang guru yang sukses. Setiap guru akan mendapatkan manfaat/keuntungan dari fokus kualitas yang mereka miliki. Sukses dalam pengajaran di dalam area kehidupan tergantung sejauh mana sikap dan pendekatan dan pendekatan yang dilakukan.

  1. Humoris

Rasa humoris dapat membantu anda menjadi pengajar yang hebat.Humor akan membantu mengurangi situasi tegang di kelas sebelum terjadi kegaduhan. Rasa humor juga akan membuat kelas lebih menyenangkan dan akan lebih mudah menarik perhatian peserta didik untuk fokus/tetap perhatian pada anda. Yang lebih penting lagi, dengan humor kamu akan lebih menikmati hidupmu dan kamu akan menjadi pribadi yang lebih                            menyenangkan seperti kamu melewati tekanan dari karirmu.

  1. Sikap yang positif

Sikap yang positif merupakan aset yang sangat besar. Kamu akan banyak memberikan garis dalam hidupmu khususnya dalam profesi mengajar. Sikap positif akan membantu kamu untuk mengatasi masalah dengan cara yang terbaik. Sebagi contoh, mungkin kamu pada saat hari pertama masuk ke sekolah, kamu akan mengajar  aljabar 2 yang merupakan bagian dari aljabar 1. Ini mungkin bukan situasi yang ideal, tetapi guru dengan sikap  yang tepat akan mencoba untuk tetap fokus tanpa terpengaruh hal negatif kepada murid-muridnya

  1. Harapan yang tinggi

Guru yang efektif adalah guru yang memiliki ekspectasi tinggi. Kamu harus berusaha menghindari penghalang yang dihadapi oleh murid-muridmu.  Jika kamu mengharapkan usaha yang rendah maka kamu akan mendapatkan usaha yang rendah pula. Kamu harus bekerja dengan sikap bahwa kamu mengetahui jika para  peserta didikmu mampu mencapai level yang kamu harapkan, hal tersebut akan memberikan juga kepercayaan  diri yang tinggi dari para murid. Ini bukan berarti kamu harus membuat xpectasi yang tidak realistis.                 Bagaimanapun juga, harapanmu akan menjadi salah satu faktor dalam membantu peserta didik untuk belajar  dan berusaha.

  1. Konsistensi

Untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif siswa anda tahu apa yang diharapkan dari anda setiap  harinya. Anda harus konsisten. Ini akan menciptkan lingkingan belajar yang aman bagi para siswa dan mereka  akan lebih mungkin untuk berhasil. Sungguh menakjubkan bahwa siswa dapat beradaptasi dengan guru sepanjang hari yang berkisar dari yang ketat untuk mudah. Namun mereka tidak akan suka dengan aturan yang sering berubah-ubah.

  1. Adil

Banyak orang bingung keadilan dan konsistensi. Seorang guru yang konsisten adalah orang yang sama dari hari ke hari. Seorang guru yang adil memperlakukan siswa sama dalam situasi yang sama.Sebagai contoh,  siswa mengeluh ketidakadilan ketika guru memperlakukan satu jenis kelamin atau kelompok siswa yang berbeda. Itu akan sangat tidak adil untuk memperlakukan  pemain sepak bola lebih mudah di kelas dari pada para pemandu sorak (Cheerleaders). Siswa menangkap hal-hal seperti ini begitu cepat, jadi hati-hati dicap tidak adil.

  1. Fleksibel

Salah satu prinsip dari ajaran bahwa harus semuanya dalam keadaan konstan perubahan. Interupsi dan gangguan akan menjadi norma yang khas dalam hari-hari tertentu. Oleh karena itu, sikap yang fleksibel ini penting tidak hanya untuk tingkat stres Anda, tetapi juga untuk siswa yang mengharapkan Anda untuk bertanggung jawab dan mengambil kendali situasi.

Sumber : Alexander Raths / Shutterstock.com

GAYA BELAJAR

Untuk menunjang proses belajar dari kelas dan sebagai salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang pendidik adalah mengenal gaya belajar peserta didiknya. Hal ini diperlukan supaya penyampaian materi dapat lebih maksimal sehingga peserta didik tidak sia-sia mengikuti pembelajaran di sekolah. Setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda-beda dan semua itu sama baiknya meskipun belum ada penelitian yang mengatakan bahwa gaya belajar sesorang itu mutlak tetapi pada dasarnya ada gaya belajar yang dominan dalam diri seseorang untuk belajar.

Continue reading “GAYA BELAJAR”