PENDIDIKAN CONTOH

Suatu sore yang sejuk seperti biasa saya berjalan-jalan bersama anak dan istri saya menggunakan sepeda motor, sebenarnya tujuannya supaya anak-anak tidak terlalu bosan di rumah karena sudah 1 harian dirumah terus dan kebetulan hari itu hari Sabtu jadi saya pulang lebih cepat. Setelah berjalan-jalan kami mampir ke minimarket untuk mengambil uang di ATM. Setelah mengambil uang dan bermaksud membeli sesuatu di minimarket tersebut namun apa yang dicari di minimarket tersebut sedang tidak ada jadi kami langsung pulang.

Di depan minimarket tersebut kebetulan ada penjual otak-otak dan saya tertarik untuk membeli karena saya lihat banyak juga yang beli dan sepertinya enak. Kami beli dan makan otak-otak tersebut, otak-otak dibungkus dalam plastik diberi sambel dan tusuk gigi untuk mempermudah mengambil otak-otak tersebut dari dalam plastik. Kamipun menikmati otak-otak tersebut dan rasanya cukup enak. Setelah selesai makan akupun berjalan menuju tempat sampah yang berjalak sekitar 5 meter dari tempat kami makan, saya pun berjalan dan menaruh plastik bekas otak-otak yang kami beli dalam tempat sampah warna kuning tersebut dan setelah itu putriku yang paling besar berlari menuju tempat sampah tersebut dan menaruh  tusuk gigi yang dipakai untuk makan otak-otak tadi kedalam tempat sampah. Akupun tersenyum dan merasa bangsa jika aku bisa memberikan contoh yang baik bagi putriku.

Dari kejadian tersebut, akupun berpikir bahwa pendidikan kita seharusnya mengarah kesana yaitu pendidikan contoh. Selama ini guru berada di depan kelas akan perilaku-perilaku yang baik tetapi mereka tidak melihat contoh dari apa yang disampaikan oleh guru mereka bahkan yang mereka lihat adalah hal sebaliknya seperti korupsi, kolusi, nepotisme, demo anarkis, tindak kekerasan dan lain sebagainya. Pendidikan kita harus mengarah ke pendidikan contoh, contoh tidak hanya di sekolah tetapi dilingkungan sekitar anak karena tidak mungkin jika anak saya yang sudah saya berikan contoh yang baik suatu saat berubah karena melihat lingkungan sekitarnya membuang sampah sembarangan walaupun sampah yang kecil. Saatnya semua masyarakat menciptakan pendidikan contoh bukan pendidikan angka diatas kertas. (PEB)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s