MENJADI GURU INSPIRATIF

QueensClassroom_popgasa

Beberapa hari ini saya bersama keluarga saya menonton sebuah drama korea yang ditayangkan oleh sebuah TV swasta. Awalnya saya tidak tertarik menonton drama korea tetapi karena ada salah satu pemerannya yang mirip dengan anak saya yang nomor 2 makanya saya tonton dengan tujuan awalnya untuk bercanda dengan anak saya. Drama korea tersebut bercerita mengenai seorang guru wanita yang mengajar di sebuah sekolah dasar dimana ada anak- anak yang memiliki kelakuan yang kurang baik. Guru tersebut memiliki penampilan yang juga lain dari guru guru lainnya dan terlihat begitu kurang bersahabat.

 

Sepintas memang guru tersebut terlihat kurang pantas menjadi guru, pakaian dengan ciri khusus warna hitam, jarang senyum, pandangan tajam, dan wajah begitu dingin tanpa senyum. Mungkin kalau di negara kita inilah yang benar-benar disebut dengan guru killer sehingga di awal banyak sekali siswa/i yang tidak menyukai guru tersebut bahkan orang tua dari siswa tersebut juga tidak menyukai gaya mengajar dari sang guru tersebut sehingga ada orang tua siswa yang ingin menyingkirkan guru tersebut dari sekolah.

 

Seiring berjalannya waktu sang guru dapat merubah perilaku anak-anak tersebut. Prestasi mereka satu persatu mulai bermunculan sesuai dengan talenta yang mereka miliki. Tentunya hal tersebut membuat guru-guru lain juga menjadi penasaran, bagaimana seorang guru yang terlihat begitu dingin dan galak bisa merubah anak-anak kelompok buruk menjadi anak-anak yang begitu disiplin dan berprestasi.

 

Dari drama tersebut digambarkan mengapa guru tersebut mampu dan pada akhirnya dicintai oleh murid-muridnya. Rahasiaya adalah Guru tersebut mampu menginspirasi para murid-muridnya melalui impian dan harapan mereka jika kelak mereka dewasa ini. Guru tersebut baik secara formal dan informal mengajak para muridnya berbicara tentang impian dan harapan mereka dan bagaimana mereka untuk mencapai impian dan harapan tersebut yang selanjutnya menjadi inspirasi bagi anak-anak tersebut untuk merubah perilaku mereka. Dari yang awalnya malas menjadi rajin tanpa harus diperintah mereka mengerjakan PRnya, dari semuala suka mengangu temannya menjadi akrab dan saling meminta maaf jika ada yang salah dan hal-hal baik lainnya yang selama ini tidak ditemukan dalam diri mereka.

 

Sang gurupun mencatat setiap permasalahan dan perkembangan para muridnya yang menurut saya seorang guru BP (bimbingan penyuluhan)  di negeri ini belum tentu memiliki hal tersebut. Memang apa yang saya sampaikan dalam tulisan ini berdasarkan sebuah drama yang dibuat berdasarkan skenario tetapi apa yang ingin saya sampaikan disini bahwa di zaman ini anak-anak membutuhkan sosok yang dapat menginspirasi mereka menjadi anak yang luar biasa dan kiranya guru di negeri ini bisa menjadi seperti ini dan selain menjadi inspirasi bagi muridnya juga menjadi inspirasi bagi guru-guru lainnya. (PEB)

 

Advertisements