CUBITAN

Seorang anak yang lahir dari keluarga yang berada, hidup dalam kecukupan bahkan berlebihan serta mendapat kasih sayang yang cukup, bahkan terkesan mendapat kasih sayang yang berlebihan dari kedua orang tuanya tumbuh sesuai dengan keinginannya dan tidak pernah mendapat teguran dari orang tuanya.  Suatu saat anak tersebut terlibat konflik dengan rekannya hingga sang anak berurusan dengan pihak berwajib karena terlibat aksi pemukulan dan perbuatan tidak menyenangkan terhadap temanya dan orang tuanyapun segera menolong sang anak dengan segera membebaskan sang anak dari balik jeruji besi dengan bantuan pengacara dan tentu saja dengan sejumlah uang.

Anak tercintapun bebas tetapi tidak ditegur orang tuanya karena orang tuanya takut anaknya marah dan akan membenci mereka jika memberikan teguran kepada sang anak dan begitu terus meskipun anak tersebut berulang kali melakukan kesalahan. Suatu hari orang tuanya mendapat berita jika anaknya tertangkap membawa Narkoba dalam sebuah razia di tempat hiburan malam dan orang tuanyapun begitu terkejut dan tidak menyangka anaknya akan terlibat dengan barang haram tersebut, kedua orang tuanya segera bergegas menuju kantor polisi dimana anak ditahan pihak yang berwajib.

Tiba di kantor polisi Ibunyapun menangis histeris melihat sang anak dan dengan air mata yang mengalir dengan deras, Ibunya bertanya: “ Mengapa kamu terlibat dengan hal seperti ini bukankah kamu saya besarkan dengan serba kecukupan dan penuh kasih sayang?” lalu sang anak dengan air matanya yang mulai jatuh menjawab : “Bunda, maafkan saya jika apa yang saya lakukan ini salah karena selama ini tidak ada yang memberitahu saya jika apa yang saya lakukan itu benar atau salah”. Sang Ibupun terkejut mendengar jawaban sang anak dan penyesalanpun mulai muncul di hatinya ternyata kasih sayang tanpa teguran yang selama ini dia lakukan telah membawa anak terjerus ke dalam limbah hitam.

Dari cerita tersebut diatas tentu banyak orang tua yang tidak menyadari akan hal tersebut, banyak orang tua yang takut memberikan teguran kepada anaknya karena merasa sayang dan takut kehilangan sang anak tanpa menyadari bahwa hal tersebut akan membuat anak tidak dapat membedakan hal yang baik dan benar. Seharusnya orang tua harus mampu memberikan teguran kepada sang anak tanpa takut kehilangan anak, bila perlu cubit anak tersebut supaya dia tahu mana yang boleh dilakukan mana yan tidak. Dalam hal ini pengertian cubit mengandung banyak arti dan bukan semata-mata mencubit secara fisik.

Cubit anak kita dengan kata-kata teguran yang halus, punishment & reward, pelukan, dan hal lain yang membawa anak tersebut berpikir akan dampak dan resiko dari sebuah tindakan yang dilakukan sehingga kelak dewasa dia sudah dapat membedakan mana yang baik dan benar dan terhindar dari dampak negatif lingkungan di sekitarnya. (PEB)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s