SATU HARI PENUH DI SEKOLAH

Gebrakan baru dilakukan oleh menteri pendidikan yang baru yaitu mengusulkan anak-anak Indonesia bersekolah 1 hari penuh dengan alasan supaya anak tidak sendiri ketika kedua orang tuanya bekerja. Penulis sangat terkejut dalam membaca berita ini dimana dalam berbagai media massa diberitakan selama 2 hari terakhir ini dan dari berbagai sumber juga dinyatakan bahwa wakil presiden sudah menyetujui rencana tersebut dan saat ini sedang disosialisasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bagi penulis ini merupakan langkah yang sangat tidak tepat dan cenderung hanya sebuah rencana tanpa dasar, ada beberapa alasan yang dapat dikemukakan oleh penulis tentang rencana ini seperti :

  1. Pendidikan seorang anak bukan semata-mata tugas sekolah, tetapi peran orang tua dan lingkungan juga sangat besar. Jika anak satu hari penuh di sekolah lalu sejauh mana peran pihak sekolah dalam mengganti peran orang tua? Dan dimana peran orang tua untuk mendidik anaknya. Saya dapat membayangkan jika anak 1 hari penuh di sekolah dia akan pulang dengan penuh kelelahan dan ketika orang tua pulang ke rumah juga dalam kondisi yang sama maka mereka tidak akan dapat berinteraksi/bercengkrama sehingga hubungan antara anak dan orang tua akan semakin jauh.
  2. Sejauh mana sarana dan prasarana sekolah dapat mendukung kegiatan ini seperti fasilitas istirahat siswa, makan dan minum serta guru-guru yang benar-benar kompeten dalam mengadakan kegiatan di sekolah tetapi anak tidak merasa bosan dan jenuh serta bebas stress.
  3. Mendidik anak bukan dengan memenjarakan anak di sekolah. Kita sama-sama mengetahui bahwa sekolah-sekolah di Nusantara ini baru beranjak menjadi taman pendidikan yang sesungguhnya dan benar-benar menyenangkan bagi anak. Jika boleh jujur, seorang anak di sekolah tentunya akan dibatasi oleh tembok sekolah sedangkan anak-anak butuh kebebasan dalam berkexspresi dan menyalurkan minat dan bakat yang seharusnya diberikan kebebasan dalam konteks kebebasan yang bertanggung jawab.

Masih banyak hal yang jika ditelusuri lebih dalam akan membuat kebijakan ini menjadi sebuah kebijakan yang sia-sia dan jangan buat lembaga pendidikan sebagai lembaga trial and error karena pendidikan menyangkut kehidupan bangsa ini kedepan. Wacanakan pendidikan yang membangun masyarakat Indonesia yang terdidik dan mendidik. (PEB)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s