KAMU WARGA NEGARA MANA?

Akhir-akhir ini masalah kewarganeraan sedang menjadi perbincangan publik khususnya setelah muncul dwikewarganegaraan mantan menteri Archandra Tahar yang berujung pada pemberhentian beliau menjadi menteri dan mendapat rekor sebagai menteri tercepat yaitu 20 hari. Setelah itu muncul berita tentang Gloria yang terpaksa tidak dikukuhkan menjadi Paskibraka karena masalah yang sama padahal dia pelajar yang sudah berjuang dan melewati beberapa tahap sebelum menjadi team Paskibra dan masuk karantina di Cibubur.

Luar biasa sekali negara ini memperlakukan anak-anak bangsanya sendiri hanya karena masalah administrasinya, anak-anak yang sudah berikrar menjadi warga negara Indonesia tetapi rasanya diperlakukan tidak adil di negeri yang dia cintai. Bukannya penulis mendukung dwi kewarganegaraan atau sebagai pendukung Archandra tetapi penulis hanya melihat dari sisi seorang anak bangsa yang ingin mengabdi untuk negerinya tidak bisa hanya karena keegoisan sebagai warga negara yang ditunjukkan dengan pasport atau dokumen kependudukan lainnya. Wajar jika banyak anak negeri ini yang lari kenegara lain dan membuat negera lain hebat dengan kemampuan otak mereka sedangkan negaranya sendiri ditinggalkan karena tidak memiliki dokumen yang menunjukkan bahwa sejak lahir sampai mati nanti dia harus tetap Indonesia meskipun dia ingin mengabdi di Indonesia.

Bangsa ini lebih rela warganya yang cerdas bekerja untuk bangsa lain dan hasilnya dinikmati oleh bangsa lain daripada bekerja untuk negaranya sendiri hanya karena alasan dwikewarganegaraan. Sepengetahuan penulis dari berbagai sumber Archandra bukanlah orang yang ambisi untuk menjadi menteri seperti warga masyarakat lain yang menjilat pemimpin negeri ini hanya untuk jabatan menteri. Archandra memiliki penghasilan yang lebih dari cukup di luar negeri sana, dari hak paten yang dia dapat juga sudah cukup untuk membiayai kehidupannya tetapi dia rela meninggalkan kemapanan yang sudah diraihnya demi mengabdi di negeri ini seperti yang diminta oleh Presiden meskipun Presiden pula yang mengambil jabatannya dalam 20 hari.

Apa yang terjadi pada Archandra akan berdampak pada anak-anak bangsa lain yang masih berkarya di negara lain untuk kembali ke negeri ini, Archandra yang dipanggil oleh Presiden negeri ini saja diperlakukan seperti itu apalagi yang ingin benar-benar mengabdi untuk negeri ini? Indonesia sudah 71 tahun merdeka tetapi pemikiran pemimpin di negeri ini belum juga kunjung dewasa dalam menyikapi persoalan. Semua serba berbau politis padahal negara ini tidak akan pernah maju hanya dengan keputusan politis tetapi harus didukung warga masyarakat yang cerdas dan memiliki kemauan untuk mengabdi. Sudah saatnya negara ini bekerja tanpa memandang hal-hal yang kurang esensial dalam pekerjaaanya lalu dimana jargon “ Ayo kerja”? atau itu cuma sebatas jargon saja. (PEB)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s