The Voice Kids Indonesia

Leave a comment

maxresdefault

The Voice Kids Indonesia merupakan suatu ajang lomba tarik suara yang ada di sebuah TV Swasta di Indonesia yang menurut saya merupakan sebuah acara yang dapat menjadikan sebuah penyejuk ditengah panasnya suhu perpolitikan di Indonesia saat ini. Suara-suara emas anak Indonesia yang luar biasa dipertunjukkan disana dan menunjukkan bahwa anak-anak di Indonesia memiliki keberagaman yang luar biasa dari seluruh penjuru negeri.

Saya terpana melihat mereka memainkan nada-nada indah dengan diiring musik yang luar biasa, hal ini mengalihkan perhatian saya dari berita-berita yang ada di berbagai media massa saat ini dimana tindak kekerasan merajalela, saling sikut dengan yang lain, politik praktis yang mempertontonkan intrik-intrik untuk menjegal lawannya dengan segala cara yang tidak bijaksana seperti demonstrasi, menggangu kampanye orang lain, kampaye hitam melalui media sosial dimana sangat tidak mencerminkan jati diri yaitu Indonesia.

Saya bersyukur hal ini tidak ada di The Voice Kid Indonesia, mereka datang dari berbagai daerah, latar belakang yang berbeda tetapi mereka bernyanyi bersama dalam sebuah kompetisi. Alangkah indahnya hal ini jika terjadi dalam dunia perpolitikan kita saat ini di Indonesia. Saling bersama berjuang untuk Indonesia walaupun dengan jenis perahu yang berbeda. Selamat untuk The Voice Kids Indonesia, Anak-anakku Indonesia.

Advertisements

PENDIDIKAN MORAL

Leave a comment

Di tahun ini banyak sekali berita-berita di media massa yang mempertontonkan rendahnya moral masyarakat di negeri ini yang tentunya sangat bertentangan dengan ideologi bangsa kita sebagai negara yang berideologikan pancasila dan tentunya religius. Ada orang tua yang menelantarkan anaknya dan tidak mengakuinya sejak kecil sampai dewasa, kekerasan dalam dunia pendidikan, penculikan anak-anak, saling menyerang dan menghujat melalui media sosial dan lain sebagainya yang tentunya membuat orang-orang menjadi miris ketika menyaksikannya.

Apa yang terjadi di masyarakat merupakan buah dalam dunia pendidikan, kita harus mengakui bahwa ternyata pendidikan kita belum menghasilkan buah-buah yang baik bagi masyarakat. Presiden telah berganti, Kurikulum berganti, aturan demi aturan yang mengatur pendidikan terus bermunculan yang harusnya membawa dampak perubahan yang baik dalam dunia pendidikan kita.

Seperti biasanya kita selalu mencari kambing hitam yaitu pengaruh negatif dari internet, tayangan televisi yang tidak sesuai dengan adat istiadat, pengaruh buruk dari lingkungan luar dan sebagainya. Kita terkadang lupa bahwa sebenarnya jika pendidikan kita baik khususnya pendidikan moral untuk generasi penerus bangsa sudah baik pengaruh apapun akan difilter dengan baik sehingga tidak akan membawa pengaruh buruk bagi masyarakat. Internet, siaran televisi pada dasarnya hanya tools/alat dimana yang membuat, menciptakan dan mengisi contentnya adalah manusia, sekarang apakah manusianya sudah mendapatkan pendidikan moral yang baik? Ini yang seharusnya kita pikirkan dengan baik. Kita tidak akan dapat mengharapkan isi tayangan televisi yang baik jika orang-orang dibelakangnya tidak memikirkan moral yang akan menikmati tayangan dari siaran yang dia buat dengan berlindung pada kata hiburan.

Begitupun dalam mendapatkan content internet yang baik, content yang baik tentunya harus diisi dengan orang-orang baik di dalamnya bukan malah terpengaruh untuk membuat content yang kurang baik sesuai dengan yang ada di pikirannya tanpa menghiraukan jika content yang akan dibuat akan membawa danpak bagi orang yang melihatnya. Satu hal yang utama pendidikan kita harus mengarah kesana, ciptakan manusia-manusia yang bermoral baik sehingga ketika menciptakan suatu inovasi yang baru akan membawa dampak yang baik bagi masyarakat bukan sebaliknya.(PEB)

 

MANFAAT ILMU

Leave a comment

Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan salah satu mantan murid saya dulu di sebuah SMK di Jakarta Utara, beliau saat ini sedang kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta di daerah Jakarta Utara. Disamping kuliah dia memiliki kesibukan lain seperti melatih dance karena setahu saya memang di jago dance di sekolah,membuat video dan di upload di Youtube, dan megerjakan beberapa projek dari freelancer.

Kami berbicara mengenai kesibukan dia saat ini dan satu hal yang mengejutkan saya adalah kalau dia saat ini aktif mengerjakan beberapa proyek di freelancer “Seperti yang pernah bapak ajarkan mengenai beberapa proyek yang bisa kita dapat di freelancer” kata beliau ketika dia bercerita bagaimana dia memanfaatkan internet untuk menghasilkan income disamping membuat video dari youtube.

Terus terang hal ini membuat saya merasa banga, terharu dan ada sesuatu perasaan yang tidak dapat tertuliskan ketika mendengar apa yang dia sampaikan karena apa yang dulu saya sampaikan di depan kelas memberikan manfaat bagi murid saya dan yang pasti hal tersebut bagi dia menjadi sebuah inspirasi. Dari hasil tersebut saya dapat menyampaikan bahwa sesungguhnya salah satu keberhasilan dari kita dalam mendidik siswa adalah ketika kita mampu menginspirasi mereka untuk menjalani hidup mereka dengan semangat optimis selain itu sekecil apapun ilmu yang kita berikan kepada siswa kita akan memberikan manfaat bagi siswa kita, jika tidak sekarang, kedepannya mereka akan merasakan manfaat dari ilmu yang kita berikan.Iklaskan hati kita memberikan ilmu/sharing ilmu kepada orang lain maka ilmu tersebut akan bermanfaat bagi yang menerimanya. (PEB)

BANGSA YANG BELAJAR

Leave a comment

Beberapa hari terakhir ini negara ini seperti mendapat guncangan yang sangat keras yaitu akan adanya demo besar-besaran tanggal 4 November 2016. Berbagai berita bermunculan di media massa yang membicarakan masalah ini dan di media sosial berkeliaran berita-berita mengenai Demo besar-besaran yang akan berlangsung khususnya di Jakarta.

Tentunya hal ini memprihatinkan kita sebagai anak-anak bangsa,bukan masalah demonstrasinya karena demo itu merupakan hal setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat sesuai yang diatur dalam pasal 28 UUD 1945 tetapi penulis lebih menyoroti pada informasi-informasi yang  beredar bahkan cenderung mengarah ke provokatif di media sosial bahkan ada media massa yang tanpa melakukan konfirmasi membuat informasi di media sosial menjadi sebuah berita yang pada ujungnya menimbulkan provokasi di tengah masyarakat.

Saat ini jelas terlihat betapa dahsyatnya sebuah media sosial, media sosial dapat mengerahkan ribuan orang turun ke jalan hanya dengan mengupload sebuah video berdurasi 30 detik tanpa tahu siapa yang mengeditnya, media sosial dapat menjatuhkan seorang kepala daerah menjadi rakyat biasa, media sosial juga dapat membuat seseorang masuk penjara, media sosial juga bisa membuat seorang kandidat kepala daerah mengalami kekalahan hanya dengan sebuah gambar dan tulisan di sebuah media sosial dan hal luar biasa lainnya yang mungkin kita lihat atau alami.

Tanpa mengurangi dampak positif dari berbagai media sosial yang ada, saya baru menyadari ternyata bangsa kita masih belajar, belajar untuk menghargai perbedaan di media sosial, belajar menghargai karya orang lain yang diupload di media sosial, belajar membedakan berita hoax atau fakta dan terus belajar dan tentunya semakin sering belajar, rakyat Bangsa ini dapat hidup lebih baik dan berkualitas. Hidup bangsa kita dapat lebih damai di media sosial dan fungsi media sosial kembali ke fungsi aslinya yaitu sebagai sebuah media online dimana para penggunanya dapat saling berbagi, berpartisipasi dan menciptakan sebuah kreasi bukan sebagai media ajang caci maki. (PEB)

 

ARAH PENDIDIKAN

Leave a comment

Ganti menteri ganti kebijakan,hal ini bukan hal yang asing di negeri ini dan terjadi di semua bidang di nusantara ini tidak terkecuali dalam dunia pendidikan. Tentunya ini sangat membuat beberapa hal menjadi sangat tidak jelas dan seolah-oleh negeri ini tidak punya arah yang jelas akan dibawa kemana masa depan bangsa ini dan seperti apa yang ingin diraih bangsa ini untuk dapat lebih baik mensejahterakan rakyatnya bukan malah sibuk mengurusi Pilkada serentak, Cagub, cawagub, dan lain-lain yang menurut penulis tidak jelas.

Bukan ingin membandingkan dengan negara lain seperti China yang punya visi yang jelas yaitu tahun 2020 ingin setara atau mengalahkan Amerika, Singapura ingin menguasai teknologi komunikasi dunia dan negara-negara tersebut siapapun pemimpinnya sudah jelas kebijakan yang akan dilakukannya yaitu mewujudkan visi negaranya. Sekarang coba kita renungkan sejak zaman reformasi hingga saat ini apakah ada visi yang jelas yang ingin diraih negeri ini? Masing-masing pemimpin mempunyai visi masing-masing dan pada ujungnya jajaran dibawahnya memiliki kebijakan masing-masing dan terus menerus seperti itu.

Arah pendidikan kita mau kemana? Apakah akan terus menerus ganti menteri ganti kebijakan? Kalau kata para ahli dalam dunia pendidikan perlunya Blue print pendidikan kita supaya lebih jelas arah pendidikan kita dan tidak terus menerus berganti kebijakan. Usulan ini sebenarnya bukan hal yang baru, di zaman pergantian pemerintahan beberapa tahun yang lalu hal ini juga sudah sering disampaikan khususnya pada saat akan ada pergantian kurikulum. Menurut penulis sudah saatnya kita memiliki Blue print pendidikan kita supaya arah pendidikan di Indonesia lebih jelas dan tidak membingungkan masyarakat dan ouput dari pendidikan kita juga akan lebih baik dari yang sekarang ini.

Blue print disini berisikan rumusan di masa yang akan datang, pendidikan kita akan dibawa kemana? Sebagai contoh 25 tahun yang akan datang pendidikan di Indonesia akan menghasilkan tenaga kerja profesioanal atau enterpreneur dengan standar internasional sehingga jumlah penganguran terdidik hingga 90%. Dengan ditetapkannya ini sebagai blue print pendidikan maka seluruh komponen dalam dunia pendidikan akan fokus untuk mencapai hal tersebut. Dalam mencapai Blue print tersebut siapapun menterinya mau berapa kali menterinya berganti wajib mengikuti blue print tersebut dan jika seandainya mau dilakukan pergantian kurikulum harus dibuat dengan mengacu pada blue print tersebut.

Saat ini sama sekali belum terlihat dengan jelas Blue print pendidikan kita, ganti menteri ganti kebijakan biar terlihat bekerja tapi kebijakan yang dibuat semata-mata hanya dalam persoalan yang sama yang outputnya sudah dapat ditebak malahan hanya sekedar berwacana. Sudah saatnya pendidikan kita dirubah, Presiden Republik Indonesia sudah mencanangkan Revolusi mental dan tentunya itu diawali dari dunia pendidikan khususnya revolusi mental bagi generasi penerus selanjutnya. Blue print pendidikan kita sebenarnya bisa diawali dari sana yaitu merubah mental anak bangsa. (PEB)