BANGSA YANG BELAJAR

Beberapa hari terakhir ini negara ini seperti mendapat guncangan yang sangat keras yaitu akan adanya demo besar-besaran tanggal 4 November 2016. Berbagai berita bermunculan di media massa yang membicarakan masalah ini dan di media sosial berkeliaran berita-berita mengenai Demo besar-besaran yang akan berlangsung khususnya di Jakarta.

Tentunya hal ini memprihatinkan kita sebagai anak-anak bangsa,bukan masalah demonstrasinya karena demo itu merupakan hal setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat sesuai yang diatur dalam pasal 28 UUD 1945 tetapi penulis lebih menyoroti pada informasi-informasi yang  beredar bahkan cenderung mengarah ke provokatif di media sosial bahkan ada media massa yang tanpa melakukan konfirmasi membuat informasi di media sosial menjadi sebuah berita yang pada ujungnya menimbulkan provokasi di tengah masyarakat.

Saat ini jelas terlihat betapa dahsyatnya sebuah media sosial, media sosial dapat mengerahkan ribuan orang turun ke jalan hanya dengan mengupload sebuah video berdurasi 30 detik tanpa tahu siapa yang mengeditnya, media sosial dapat menjatuhkan seorang kepala daerah menjadi rakyat biasa, media sosial juga dapat membuat seseorang masuk penjara, media sosial juga bisa membuat seorang kandidat kepala daerah mengalami kekalahan hanya dengan sebuah gambar dan tulisan di sebuah media sosial dan hal luar biasa lainnya yang mungkin kita lihat atau alami.

Tanpa mengurangi dampak positif dari berbagai media sosial yang ada, saya baru menyadari ternyata bangsa kita masih belajar, belajar untuk menghargai perbedaan di media sosial, belajar menghargai karya orang lain yang diupload di media sosial, belajar membedakan berita hoax atau fakta dan terus belajar dan tentunya semakin sering belajar, rakyat Bangsa ini dapat hidup lebih baik dan berkualitas. Hidup bangsa kita dapat lebih damai di media sosial dan fungsi media sosial kembali ke fungsi aslinya yaitu sebagai sebuah media online dimana para penggunanya dapat saling berbagi, berpartisipasi dan menciptakan sebuah kreasi bukan sebagai media ajang caci maki. (PEB)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s