PENGHAPUSAN UN

Beberapa waktu yang lalu, lagi-lagi kita dikejutkan dengan wacana dari Kementerian Pendidikan akan penghapusan dari pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dimana wacana tersebut dimunculkan ketika banyak sekolah dalam persiapan pelaksanaan UNBK yang memakan waktu dan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah. Pertanyaan muncul mengapa wacana tersebut dimunculkan? Salah satunya supaya tidak ada stress nasional,wow….ujian nasional buat anak stress secara nasional? Bukankan ketika anak masuk sekolah dari pintu gerbang sekolah sudah dihantui masalah stress. Pertanyaan lain adalah dampak dari penghapusan ujian nasional, sejauh mana dampak dari penghapusan ini bagi siswa, sekolah, dan orang tua serta lingkungan sekolah.

Meskipun pada akhirnya Presiden menolak rencana penghapusan UN tersebut tetapi saya rasa masih perlu dipahami bahwa stress yang terjadi pada siswa, saya rasa bukan hanya disebakan karena ujian nasional semata tetapi banyak faktor dan rasanya kurang tepat kalau mengkambing hitamkan ujian nasional sebagai penyebab stress dari siswa di sekolah tetapi banyak faktor lain yang menjadi penyebab hal tersebut terjadi pada siswa. Sebenarnya yang perlu dilihat adalah sejauh mana pemerintah kita dalam menyikapi kebutuhan akan jumlah peserta didik dengan jumlah sekolah yang ada, idealnya sekolah seharusnya mampu menampung jumlah peserta didik yang ada jadi peserta didik yang sudah lulus SD langsung masuk SMP, lulus SMP langsung masuk SMA dan lulusan SMA langsung masuk perguruan tinggi tanpa harus melewati tes dan tes yang tentunya hal itu akan membuat siswa stress juga, Itu baru pendidikan ideal.

Saat ini tidak semua SMP di satu wilayah mampu menampung seluruh lulusan SD sehingga muncul yang namanya tes masuk sekolah dan ujungnya ya stress juga jadi artinya tidak ada gunannya UN dihapuskan karena siswa akan melewati tes juga. Saya bukannya tidak setuju kalau UN tidak dihapuskan, saya sangat setuju kalau dihapus tetapi sebelum dihapuskan seharusnya dipastikan dulu bahwa pendidikan di negara kita sudah memastikan kualitas yang sama baik dari sisi sarana prasarana maupun sumber daya manusianya sehingga tidak diperlukan lagi Ujian Nasional untuk memetakan dunia pendidikan di negeri ini. Seperti yang pernah saya sampaikan dalam tulisan saya sebelumnya jika pendidikan di negeri kita belum memiliki blue print pendidian sehingga tidak jelas maud dibawa kearah mana pendidikan kita dan bagaimana kita mencapai itu.

Saat ini saya merasa hal tersebut semakin nyata kalau itu sangat dibutuhkan kementerian pendidikan kita saat ini karena terlalu banyak wacana yang dimunculkan tetapi tanpa kajian yang mendalam seperti pelaksanaan full day school yang saya lihat dibeberapa sekolah baik swasta maupun negeri sangat sulit untuk dilakukan. Bagaimana full day school jika gedung sekolah aja dipakai 2 shif? Sekarang penghapusan UN dan yang sangat saya sayangkan hal itu dimunculkan ketika beberapa sekolah sedang dalam ujian UNBK (ujian nasional berbasis komputer) dengan secara tidak langsung apa yang menjadi semangat dalam pelaksanaan UNBK akan sedikit luntur karena mereka merasa apa yang mereka kerjakan saat ini akan sia-sia karena wacana moratorium ujian nasional. Mari kurangi berwacana, perbanyak kerja. (PEB)

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s