SEMAKIN BERISI SEMAKIN MERUNDUK

Saya masih ingat dulu pepatah ini dikatakan oleh guru saya ketika masih duduk di bangku sekolah, dimana dalam pepatah tersebut banyak sekali pesan yang tersirat diantaranya janganlah menyombongkan ilmu yang kamu miliki tetapi tetaplah rendah hati, semakin tinggi ilmumu maka kamu harus semakin menunduk bukan membusungkan dada, dan masih banyak hal lain yang tersirat dalam pepatah itu dimana intinya jadilah manusia yang rendah hati dan hal itu saya masih sangat ingat akan hal tersebut.

Saya tidak tahu apakah pepatah itu masih diajarkan di sekolah atau tidak tetapi satu hal yang saya lihat, pepatah tersebut sudah tidak tercermin lagi dengan kehidupan masyarakat kita saat ini. Manusia di negeri ini semakin berisi justru semakin tegak dan membusungkan dada, semakin tinggi ilmunya bukannya semakin rendah hati tetapi semakin merasa dialah yang tahu akan segalanya apalagi semakin besar harta kekayaanya maka semakin keras menginjak orang disekitarnya dan semakin berkuasa diantara sesamanya.

Sesungguhnya guru di sekolah dan guru di rumah (orang tua) harus segera mengembalikan pepatah ini dan mengikis yang terjadi saat ini di berbagai media sosial “ Tong kosong nyaring bunyinya”. Lihat saja komentar-komentar yang ada dalam berita online, seseorang berkomentar seolah-olah bahwa dialah yang paling tahu akan sebuah permasalahan dan merasa pendapatnyalah yang paling benar. Hal ini sudah terlihat dalam kehidupan kita saat ini, bahkan sesorang dengan mudahnya menuduh keyakinan seseorang mengandung sebuah kesalahan seolah-olah dia sudah menjadi polisi iman seseorang padahal iman itu hak preogratif Tuhan dan tidak ada satu manusiapun yang mampu mempengaruhi itu.

Hal ini bukannya sekedar orang-orang pada umumnya tetapi hal ini juga dilakukan oleh berbagai orang yang pendidikannya cukup tinggi bahkan menurut saya pendidikannya sangat tinggi. Terus terang miris rasanya melihat orang-orang seperti itu, ilmu yang dimilikinya seharusnya dia menjadi pengayom dan menjadi rujukan dari masyarakat umum tetapi dia seakan-akan lupa akan daratan dan lupa akan hakikat ilmu yang dimilikinya.

Saya tidak tahu tujuan pasti seseorang melakukan kesombongan kepada orang lain tetapi saya hanya sekedar mengingatkan bahwa orang hebat tidak pernah mengatakan dirinya hebat tetapi orang lain yang mengatakannya, begitupun orang pintar dan orang-orang lain yang hebat dan namanya tercatat dalam sejarah dan yang pasti bukan mereka sendiri yang mencatat nama mereka dalam buku sejarah tetapi orang lain. Kita harus renungkan dan kembali ke pepatah indah seperti yang saya tuliskan diatas. “ Semakin berisi semakin merunduk”. (PEB)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s