GURU HEBAT/PROFESIONAL

Begitu banyak cerita-cerita guru hebat yang sudah pernah kita dengar, dari zamannya Umar Bakri sampai detik ini masih banyak masalah guru yang belum dapat terselesaikan oleh pemerintah padahal guru menjadi ujung tombak dalam sebuah pendidikan. Ditengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini terdapat tuntutan baru kepada guru yaitu menjadi guru profesional meskipun sebenarnya tuntutan itu agak berlebihan karena bagaimanapun guru sebagai profesi tentunya harus dijalankan secara profesional. Lalu mengapa tuntutan seperti itu muncul dari kalangan masyarakat? Dari beberapa sumber yang penulis baca dan beberapa kenyataan yang penulis lihat sebagai seorang guru, ada beberapa hal yang menyebabkan hal tersebut muncul seperti :

  1. Guru terkadang tidak mendalami profesinya, profesi guru dipahami hanya sekedar berdiri di depan kelas menyampaikan materi yang ada di buku dan selesai, apalagi guru yang mengajar di dua atau lebih sekolah akan sulit memiliki waktu untuk mendalami profesinya terlebih dalam mendalami materi yang diajarkan. Tidak heran jika ada guru yang ditanya mengenai profesinya sering tidak memahami, berbeda profesi lain seperti pengacara atau dokter dimana jika ditanya mengenai profesinya dia akan menjabarkan dari A-Z secara lengkap.
  2. Sulit berubah dalam menyampaikan materi yang diajarkan khususnya guru yang sudah lama mengajar. Guru tersebut tidak menyadari bahwa zaman sudah berubah, jika dulu murid yang diajar hanya makan nasi, lauk pauk dan sayur sekarang murid yang diajar sudah makan fast food, dulu belajar hanya dari buku sekarang tinggal searching lewat smartphone dan lain sebaigainya termasuk dalam hal perilaku siswa juga sudah berubah tetapi gaya mengajar sang guru juga tidak berubah.
  3. Mengangap profesi guru adalah profesi yang mudah karena hanya mengajar materi yang sama setiap tahun dan tidak ada perubahan sehingga ada kecenderungan apanya yang perlu berubah jika materi yang diajarkan juga sama seperti tahun-tahun sebelumnya dan hanya mengulang. Tatapi apakah guru pernah melakukan analisis di tahun berapa anak yang dihasilkan dari kelasnya menjadi manusia seutuhnya dan ditahun mana yang gagal dan hanya menjadi beban orang tuanya? Dengan materi pengajaran yang sama.
  4. Terlalu sibuk dengan administrasi demi cairnya sertifikasi, kita semua memahami guru selalu dibebani dengan permasalahan administrasi sedangkan di negara-negara lain guru sudah tidak lagi di bebankan dengan masalah administrasi karena sudah dibantu oleh pihak sekolah dalam mengurus administrasi yang mereka jalani.
  5. Gaptek (gagap teknologi), sedangkan pendidikan tidak pernah lepas dari perkembangan teknologi. Jika dulu mengajar menggunakan sabak, berubah menjadi kapur, lalu spidol dan sekarang mengajar dengan Tablet. Itu merupakan salah satu bukti nyata perubahan teknologi tidak lepas dari dunia pendidikan.

Guru profesional atau saya sebut dengan sebutan guru hebat harus mampu menjawab itu semua. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2013 dikatakan Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi. Dalam undang-undang ini jelas terlihat betapa beratnya menjadi seorang pendidik apalagi jika masih ditemukan seperti hal-hal yang ada diatas. Untuk itu, guru di zaman sekarang ini tentunya perlu melakukan beberapa hal dalam menjawab tugas berat sebagai pendidik, seperti :

  1. Bertumbuh, Jadilah guru yang selalu bertumbuh dan tidak hanya terpaku pada satu titik dimana anda saat ini, carilah ilmu pengetahuan lain yang dapat mendukung kinerja anda sebagai seorang pendidik. Ini dapat dilakukan melalui training/pelatihan, diskusi dengan guru lain yang sudah lebih dulu bertumbuh, seminar, ataupun dengan melanjutkan pendidikan ke tempat yang lebih tinggi. Saya yakin guru yang bertumbuh dalam segala hal di kelaspun akan selalu bertumbuh dan tentunya akan menghasilkan siswa-siswa yang selalu akan tumbuh.
  1. Rajin, Jadilah guru yang rajin dalam mengenal,mengamati, dan mengevaluasi kemapuan anda dan siswa anda. Apakah metode yang saya pakai dalam mengajar sudah sesuai dengan materi yang saya ajarkan? Gaya belajar seperti apa yang disukai oleh murid saya? Saat ini banyak sekali guru yang tidak mengetahui gaya belajar dari muridnya sehingga tidak jarang ketika guru menerangkan sebuah materi ada siswa yang sibuk dengan dunianya sendiri.
  1. Inovatif, Di zaman ini bagi guru, karyawan, bahkan perusahaan dituntut untuk berinovasi. Kita sudah lihat berapa banyak perusahaan yang pontang panting karena terlambat berinovasi dan berapa banyak perusahaan yang muncul dari sebuah inovasi. Begitupun dengan guru, Inovasi mutlak diperlukan karena itu sudah menjadi tuntutan zaman saat ini. Jika anda terus-menerus mengajar dengan gaya dan pola yang sama apakah siswa anda akan senang belajar dengan anda? Apakah akan tercipta kelas yang menyenangkan dan apakah output yang anda hasilkan akan mengalami peningkatan?
  1. Kreatif, Tentunya salah satu kebahagian seorang guru adalah ketika apa yang disampaikan di dalam kelas dapat diingat oleh siswanya ketika mereka keluar kelas dan bahkan setelah mereka lulus dari sekolah yang mendidik mereka. Tentunya tidak mudah untuk melakukan hal tersebut, karena kreatifitas dari guru diperlukan. Misalkan ketika materi yang kita ajarkan kita hubungkan dengan kehidupan mereka sehari-hari, atau dengan menghubungkan dengan konteks emosional siswa sehingga mereka tidak mudah lupa akan pelajaran yang kita sampaikan.
  1. Pembicara, Guru adalah orator atau pembicara yang hebat,hal ini berkaitan erat dengan komunikasi baik dengan siswa, orang tua, dan di tengah-tengah masyarakat. Terkadang sebagai guru kita sering melupakan ini. Jarang sekali seorang guru belajar bagaimana tekniknya supaya ketika dia berbicara didalam kelas siswa menjadi tertarik, bagaimana cara kita berbicara supaya orang yang kita ajak bicara dapat menerima dengan baik apa yang kita sampaikan. Tentunya hal ini ada beberapa ilmu komunikasi yang harus kita kuasai dan tentunya seorang guru dituntut untuk memahami hal tersebut.

Apa yang penulis sampaikan diatas merupakan gambaran dari apa yang penulis alami ketika menjadi guru dan diskusi dengan beberapa guru mengenai profesi yang mereka jalankan serta dari beberapa sumber lain yang penulis baca. Semoga hal ini dapat menjadi masukan bagi para pendidik yang ada di negeri ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan di negara kita. (PEB)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s