MENGAJAR SEPERTI PENYANYI

Dalam beberapa kali pertemuan dengan para guru, saya menyampaikan jika mengajar itu sebuah seni. Beda guru beda gaya mengajar, beda mata pelajaran yang diampu, beda metode mengajar yang digunakan. Sama halnya dengan seorang penyanyi, tentunya gaya bernyayi setiap penyanyi berbeda baik dari sisi jenis musik yang digunakan maupun dari sisi teknik menyanyi ketika tampil dalam sebuah panggung pertunjukan.

Namun ada satu yang sama antara mengajar dengan bernyanyi yaitu sama-sama membutuhkan persiapan. Seorang penyanyi yang akan tampil dalam sebuah show, beberapa hari sebelumnya dia sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Dari mulai materi lagu yang akan dibawakan, kostum yang akan dikenakan, kata-kata yang akan dia ucapkan dipanggung, latihan vokal, check sound dan lain sebagainya. Bahkan ada seorang penyanyi dimana setiap kali dia tanmpil dia harus sudah mulai make up 6-7 jam sebelum tampil diatas panggung. Sama halnya dengan mengajar, semua membutuhkan persiapan.

Seorang guru sebelum mulai mengajar tentunya harus mempersiapkan beberapa hal sebelum masuk kedalam kelas :

  1. Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), para guru tentunya tidak asing lagi dengan kedua hal ini meskipun terkadang ada guru yang melupakannnya dan hanya dijadikan sebagai formalitas dalam memenuhi ketentuan yang ada. Padahal Silabus dan RPP merupakan panduan seorang guru dalam mengajar di kelas atau dapat dianalogikan bahwa RPP dan Silabus merupakan peta seseorang menuju ke sebuah tujuan.
  2. Materi Ajar. Hal ini sangat penting, jika dalam menyanyi ini adalah lirik lagunya. Yang artinya ini merupakan nyawa dari keberhasilan seorang guru. Seorang guru yang mempersiapkan materi ajar dengan baik akan terlihat berbeda dengan yang tidak mempersiapkan materi ajar. Guru yang tidak mempersiapkan materi ajar akan bingung dan bertanya dalam hati ketika masuk ke dalam pintu kelas “Saya mengajar apa hari ini?”, kalau gurunya sudah bingung apakah mungkin bisa menyampaikan materi pembelajaran dengan baik. Berbeda dengan guru yang sudah mempersiapkan materi ajar, dia akan masuk ke dalam kelas dengan penuh senyum dan memanfaatkan waktu yang ada semaksimal mungkin dan tidak ada waktu yang terbuang dengan sia-sia.
  3. Metode pembelajaran, ada berbagai macam metode pembelajaran dan sebaiknya sebelum guru masuk ke dalam kelas, sudah menentukan metode apa yang akan digunakan dalam menyampaikan materi di kelas. Hindari menggunakan metode yang sama setiap memberikan materi di dalam kelas karena itu akan menjadi langkah awal siswa kita akan menemukan kejenuhan dan bosan.
  4. Sumber lain, Ilmu pengetahuan itu berkembang sangat pesat dan menurut sebuah sumber ada 3000 artikel muncul setiap hari di internet, yang artinya ada ilmu-ilmu baru yang bermunculan di seluruh dunia. Sebagai seorang guru harus update dengan ilmu-ilmu baru yang berkaitan dengan mata pelajaran yang diampu. Guru harus rajin mencari sumber-sumber lain mengenai mata pelajaran yang diajarkan baik melalui membaca buku, mencari di internet, mengikuti seminar dan lain sebagainya.
  5. Perangkat pembelajaran lainnya. Perangkat pembelajaran lainnya meliputi absen siswa, agenda guru, dan form penilaian/buku nilai siswa. Tentunya para guru sudah memahami hal ini, tetapi yang perlu saya sampaikan perangkat ajar ini terlihat sederhana dan mungkin ada guru yang merasa hal ini kurang penting tetapi suatu ketika akan menjadi sebuah hal yang sangat dibutuhkan. Contohnya jika ada orang tua siswa yang protes dengan nilai anaknya yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan dan guru yang baik akan menunjukkan semua history dari penilaian dari siswa tersebut hingga masuk kedalam raport. Bayangkan jika guru tidak memiliki history dari nilai anak tersebut, dia akan kebingungan dalam menjawab pertanyaan dari orang tua.
  6. Berlatih, mungkin hanya sebagian kecil dari guru kita yang menyadari hal ini jika kita sebagai pengajar membutuhkan latihan-latihan untuk lebih meningkatkan kemampuan kita dalam mengajar karena kita harus ingat bahwa sebagai pengajar tidak boleh berhenti belajar atau sering disebut dengan long life learning (belajar sepanjang hayat). Sebagai contoh sebagai seorang guru komputer dia harus terus belajar ilmu-ilmu komputer yang baru sehingga jika ada siswa yang bertanya dapat dijawab dengan baik, seorang guru matematika harus terus belajar untuk menyelesaikan soal dengan metode-metode baru, jangan sampai kalah kemampuannya dengan guru les siswa dirumah. Berlatih bagi seorang guru merupakan hal yang wajib untuk tetap meningkatkan profesionalitas sebagai seorang pendidik.

Jika seorang penyanyi sebelum tampil membutuhkan banyak persiapan, begitupun dalam mengajar. Butuh persiapan, persiapan, dan persiapan.(PEB)

Advertisements

MATERI AJAR

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat kehormatan untuk menjadi salah satu juri lomba guru yang diselenggarakan oleh sebuah sekolah swasta di daerah Jakarta Barat. Secara pribadi saya sangat memberikan apresiasi bagi pelaksanaan lomba tersebut, hal ini saya rasa sebagai bagian dari pengembangan profesionalitas seorang guru. Lomba yang diikuti oleh seluruh guru ini diawali dengan membuat sebuah materi ajar dengan menggunakan sebuah aplikasi presentasi. Pada saat para guru menerapkan di kelas langsung disupervisi oleh kepala sekolah setelah itu dilakukan penilaian oleh juri independen dimana salah satunya adalah saya sendiri.

Dari proses penilaian yang kami lakukan, saya mendapatkan sebuah pelajaran yaitu masih banyak guru yang membuat materi ajar kurang maksimal yang artinya masih jarangnya guru-guru menggunakan materi ajar dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Hal ini sebenarnya sering penulis temui di berbagai sekolah termasuk pada guru yang berada dibawah institusi yang sama dengan saya, padahal media ajar ini merupakan salah satu media yang cukup sederhana dan dapat membuat proses belajar mengajar dapat lebih menarik dan tidak membosankan. Dari pengalaman yang saya alami tersebut, melalui ini saya ingin menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat media ajar dengan menggunakan media presentasi.

  1. Tampilan menarik bukan mendekor, tampilan slide yang akan kita tampilkan jangan terlalu banyak hiasan atau gambar pendukung sehingga apa yang ditampilkan terlihat ramai yang pada akhirnya siswa kurang tertarik melihat apa yang kita tampilkan.
  2. Tujuan pembelajaran, Kompetensi inti dan kompetensi Dasar, dari beberapa slide seorang guru dalam mengajar yang pernah saya lihat masih banyak guru yang tidak menampilkan hal ini, padahal ini merupakan hak dari siswa untuk mengetahuinya sehingga dia tau apa yang dia pelajari & kompetensi apa yang akan di capai.
  3. Apersepsi, para guru sebenarnya sudah tidak asing dengan hal ini meskipun banyak guru yang tidak menggunakan ini padahal ini sangat menentukan sebuah keberhasilan kegiatan belajar mengajar di kelas. Banyak ahli yang mendefinisikan pengertian apersepsi dan bagi saya pribadi, apersepsi merupakan langkah awal kita menarik perhatian siswa untuk siap menerima pelajaran dari kita. Hal ini dapat kita lakukan dengan beberapa hal, contohnya dengan menampilkan video pendidikan yang berkaitan dengan proses pembelajaran, menyampaikan informasi teknologi yang ada saat ini, mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari, role play, dan lain sebagainya yang kirannya dapat menjadi momentum dalam memulai sebuah proses pembelajaran.
  4. Terlalu banyak tulisan, masih banyak guru yang menampilkan banyak tulisan dalam tampilan materi ajarnya, sebaiknya hal tersebut dihindari karena pada dasarnya aplikasi presentasi di desain hanya untuk menampilkan pointnya saja bukan seluruh keterangan yang ada, dan tentunya jika siswa melihat tampilan tulisan yang terlalu banyak akan membuat mereka lebih cepat jenuh. Untuk menghindari hal tersebut sebaiknya dikombinasikan dengan gambar dan video.
  5. Penggunaan Tools, saat ini sudah banyak sekali aplikasi presentasi yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran di kelas dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Hendaknya guru dapat memaksimalkan penggunaan tools-tools yang ada dalam aplikasi tersebut seperti animasi, hiperlink, transition dan lain sebagainya yang membuat tampilan materi ajar kita lebih menarik.
  6. Panduan, Materi ajar harus dapat menggambarkan apa yang akan dilakukan selama di kelas dan akan menjadi panduan kita dalam melaksanakan proses pembelajaran. Jika memang materi tersbut akan dibuat dalam 2 kali pertemuan sebaiknya terlihat adanya pemisahan jelas antara pertemuan satu dengan pertemuan selanjutnya.
  7. Review, Salah satu bagian penting dari proses pembelajaran walaupun sering dilupakan adalah mereview materi yang diajarkan. Sebagai seorang guru tentunya harus memastikan apakah yang telah kita sampaikan benar-benar sudah dipahami oleh siswa atau belum. Selain itu juga untuk mempersiapkan siswa jika ada pertanyaan dari orang tua/orang lain tentang yang dia pelajari dikelas, siswa sudah tahu jawaban apa yang akan disampaikan dan menghindari kata “lupa”.

Semoga bermanfaat. (PEB)