MATERI AJAR

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat kehormatan untuk menjadi salah satu juri lomba guru yang diselenggarakan oleh sebuah sekolah swasta di daerah Jakarta Barat. Secara pribadi saya sangat memberikan apresiasi bagi pelaksanaan lomba tersebut, hal ini saya rasa sebagai bagian dari pengembangan profesionalitas seorang guru. Lomba yang diikuti oleh seluruh guru ini diawali dengan membuat sebuah materi ajar dengan menggunakan sebuah aplikasi presentasi. Pada saat para guru menerapkan di kelas langsung disupervisi oleh kepala sekolah setelah itu dilakukan penilaian oleh juri independen dimana salah satunya adalah saya sendiri.

Dari proses penilaian yang kami lakukan, saya mendapatkan sebuah pelajaran yaitu masih banyak guru yang membuat materi ajar kurang maksimal yang artinya masih jarangnya guru-guru menggunakan materi ajar dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Hal ini sebenarnya sering penulis temui di berbagai sekolah termasuk pada guru yang berada dibawah institusi yang sama dengan saya, padahal media ajar ini merupakan salah satu media yang cukup sederhana dan dapat membuat proses belajar mengajar dapat lebih menarik dan tidak membosankan. Dari pengalaman yang saya alami tersebut, melalui ini saya ingin menyampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat media ajar dengan menggunakan media presentasi.

  1. Tampilan menarik bukan mendekor, tampilan slide yang akan kita tampilkan jangan terlalu banyak hiasan atau gambar pendukung sehingga apa yang ditampilkan terlihat ramai yang pada akhirnya siswa kurang tertarik melihat apa yang kita tampilkan.
  2. Tujuan pembelajaran, Kompetensi inti dan kompetensi Dasar, dari beberapa slide seorang guru dalam mengajar yang pernah saya lihat masih banyak guru yang tidak menampilkan hal ini, padahal ini merupakan hak dari siswa untuk mengetahuinya sehingga dia tau apa yang dia pelajari & kompetensi apa yang akan di capai.
  3. Apersepsi, para guru sebenarnya sudah tidak asing dengan hal ini meskipun banyak guru yang tidak menggunakan ini padahal ini sangat menentukan sebuah keberhasilan kegiatan belajar mengajar di kelas. Banyak ahli yang mendefinisikan pengertian apersepsi dan bagi saya pribadi, apersepsi merupakan langkah awal kita menarik perhatian siswa untuk siap menerima pelajaran dari kita. Hal ini dapat kita lakukan dengan beberapa hal, contohnya dengan menampilkan video pendidikan yang berkaitan dengan proses pembelajaran, menyampaikan informasi teknologi yang ada saat ini, mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari, role play, dan lain sebagainya yang kirannya dapat menjadi momentum dalam memulai sebuah proses pembelajaran.
  4. Terlalu banyak tulisan, masih banyak guru yang menampilkan banyak tulisan dalam tampilan materi ajarnya, sebaiknya hal tersebut dihindari karena pada dasarnya aplikasi presentasi di desain hanya untuk menampilkan pointnya saja bukan seluruh keterangan yang ada, dan tentunya jika siswa melihat tampilan tulisan yang terlalu banyak akan membuat mereka lebih cepat jenuh. Untuk menghindari hal tersebut sebaiknya dikombinasikan dengan gambar dan video.
  5. Penggunaan Tools, saat ini sudah banyak sekali aplikasi presentasi yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran di kelas dan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Hendaknya guru dapat memaksimalkan penggunaan tools-tools yang ada dalam aplikasi tersebut seperti animasi, hiperlink, transition dan lain sebagainya yang membuat tampilan materi ajar kita lebih menarik.
  6. Panduan, Materi ajar harus dapat menggambarkan apa yang akan dilakukan selama di kelas dan akan menjadi panduan kita dalam melaksanakan proses pembelajaran. Jika memang materi tersbut akan dibuat dalam 2 kali pertemuan sebaiknya terlihat adanya pemisahan jelas antara pertemuan satu dengan pertemuan selanjutnya.
  7. Review, Salah satu bagian penting dari proses pembelajaran walaupun sering dilupakan adalah mereview materi yang diajarkan. Sebagai seorang guru tentunya harus memastikan apakah yang telah kita sampaikan benar-benar sudah dipahami oleh siswa atau belum. Selain itu juga untuk mempersiapkan siswa jika ada pertanyaan dari orang tua/orang lain tentang yang dia pelajari dikelas, siswa sudah tahu jawaban apa yang akan disampaikan dan menghindari kata “lupa”.

Semoga bermanfaat. (PEB)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s