MOTIVASI

 

Ada 2 prinsip yang dapat digunakan untuk meninjau motivasi, ialah: (1) Motivasi dipandang sebagai suatu proses. Pengetahuan tentang proses ini akan membantu kita menjelaskan kelakuanĀ  yang kita amati dan untuk memperkirakan kelakukan-kelakuan lain pada seseorang; (2) Kita menentukan karakter dari proses ini dengan melihat petunjuk-petunjuk dari tingkah lakunya. Apakah petunjuk-petunjuk dapat dipercaya, dapat dilihat kegunaanya dalam memperkirakan dan menjelaskan tingkah laku lainnya. Menurut Mc. Donald: motivation is an energy change within the person characterized by affective arousal and anticipatory goal reaction. Motivasi adalah perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan.

 

CARA MENGGERAKKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

Guru dapat menggunakan berbagai cara untuk menggerakkan atau membangkitkan motivasi belajar siswanya, ialah sebagai berikut :

  1. Memberi angka; Umumnya setiap siswa ingin mengetahui hasil pekerjaannya, yakni berapa angka yang diberikan oleh guru. Murid yang mendapat angkanya baik, akan mendorong motivasi belajarnya lebih menjadi lebih besar, sebaliknya murid yang mendapat angka kurang, mungkin menimbulkan frustasi atau dapat juga menjadi pendorong agar belajar lebih baik.
  2. Pujian; pemberian pujian kepada murid atas hal-hal yang telah dilakukan dengan berhasil besar manfaatnya sebagai pendorong belajar. Pujian menimbulkan rasa puas dan senang.
  3. Hadiah; cara ini dapat dilakukan oleh guru dengan batas-batas tertentu, misalnya pemberian hadiah pada akhir tahun kepada para siswa yang telah mendapat atau menunjukkan hasil belajar yang baik, memberikan hadiah bagi para pemenang sayembara atau pertandingan olah raga.
  4. Kerja kelompok; Dalam kerja kelompok di mana melakukan kerjasama dalam belajar, setiap anggota kelompok turutnya, kadang-kadang perasaan untuk mempertahankan nama baik kelompok menjadi pendorong yang kuat dalam perbuatan belajar.
  5. Persaingan; Baik kerja kelompok maupun persaingan memberikan motif-motif sosial kepada murid. Hanya saja persaingan individual akan menimbulkan perngaruh yang tidak baik, seperti: rusaknya hubungan persahabatan, perkelahian, pertentangan, persaingan antarkelompok belaja.
  6. Tujuan dan level of aspiration; dari keluarga akan mendorong kegiatan siswa
  7. Sarkasme; ialah dengan jalan mengajak para siswa yang mendapat hasil belajar yang kurang. Dalam batas-batas tertentu sarkasme dapat mendorong kegiatan belajar demi nama baiknya, tetapi dipihak lain dapat menimbulkan sebaliknya, karena siswa merasa dirinya dihina, sehingga memungkinkan timbulnya konflik antara murid dan guru
  8. Penilaian; penilaian secara kontinu akan mendorong murid-murid belajar, karena setiap anak memiliki kecenderungan untuk memperoleh hasil yang baik. Disamping itu, para siswa selalu mendapat tangtangan dan masalah yang harus dihadapi dan dipecahkan. Sehingga mendorongnya belajar lebih teliti dan seksama
  9. Film pendidikan; Setiap siswa merasa senang menonton film. Gambaran dan isi cerita film lebih menarik perhatian dan minat siswa dalam belajar. Para siswa mendapat pengalaman baru yang merupakan suatu unit cerita yang bermakna.

Sumber : Oemar Hamalik; Proses belajar mengajar

Advertisements