Teknologi dalam kehidupan saat ini telah memberikan dampak yang luar biasa, seperti yang kita lihat dan rasakan saat ini, dimana hampir seluruh sisi kehidupan kita dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Kehadiran teknologi sudah sewajarnya kita syukuri karena dengan teknologi memberikan pengaruh yang luar biasa dalam berbagai sisi kehidupan manusia seperti dalam dunia kesehatan, bisnis, informasi, komunikasi dan juga pendidikan.

Kita sadari bahwa dunia pendidikan tidak lepas dari perkembangan teknologi, jika zaman dahulu orang tua kita belajar menggunakan sabak kemudian berganti dengan kapur dan papan tulis, berganti menjadi spidol & white board, berganti menjadi Overhead Projector (OHP), berganti kembali menjadi Projector, dan saat ini mulai tergantikan dengan yang namanya Smartboard. Untuk saat ini memang harga Smartboard memang cukup mahal tetapi saat ini sudah banyak lembaga-lembaga pendidikan yang menggunakan dan semakin banyak juga perusahaan yang menjual smartboard baik untuk lembaga pendidikan maupun untuk perusahaan.

Penggunaan smartboard tentunya akan berdampak dalam hal pelaksanaan proses pembelajaran di lembaga pendidikan dimana saat ini dunia pendidikan akan diarahkan juga pada dunia digital seperti yang berkembang saat ini. Di beberapa negara sudah berkembang BYOD (Bring Your Own Device)  dimana siswa belajar dari Gadget yang dimiliki sehingga anak tidak perlu lagi membawa buku-buku yang tebal dan berat di tas mereka tetapi cukup dengan Gadget yang dimiliki proses pembelajaran dapat dilakukan atau dengan kata lain bahwa pendidikan akan segera memasuki era digitalisasi pendidikan.

Di Indonesia hal ini memang belum terlihat secara gamblang dikarenakan masih terkendala dengan infrastruktur yang dibutuhkan khususnya dalam jaringan internet karena masih tergolong lambat dan mahal yang membuat kurang nyaman dalam menerapkan BYOD. Beberapa ahli pendidikan meramalkan jika BYOD baru bisa diterapkan sekitar 5 tahun lagi karena untuk menyiapkan infrastruktur penunjang membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Guru sebagai salah satu stakeholder penting dalam lembaga dunia pendidikan tentunya harus siap dan disiapkan dalam hal ini. Kita sudah lihat bagaimana industri ritel di berbagai negara mulai berjatuhan termasuk di negara kita, yang artinya perusahaan sebesar apapun akan tergilas jika tidak bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman yaitu era digitalisasi dan hal inipun akan berlaku dalam dunia pendidikan. Lembaga pendidikan yang akan bertahan adalah lembaga yang mampu menyesuaikan dengan perkembangan tersebut termasuk dalam hal ini adalah tenaga pendidik dan kependidikan yang dimiliki. Dengan teknologi peran guru akan bergeser dengan sendirinya yaitu dari sumber ilmu menjadi fasilitator. Guru yang bertahan tentunya yang mampu menguasai hal tersebut dan yang tidak sanggup dengan sendirinya akan tersingkir. (PEB)  

 

Advertisements