KESUKSESAN PENDIDIKAN

Leave a comment

Berdasarkan sebuah buku yang saya baca, dimana dalam buku tersebut diceritakan pengalaman seorang guru dalam mengajar di sebuah negara yang notabene merupakan negara dengan pendidikan terbaik di dunia. Dari membaca buku tersebut ada 3 hal yang saya ambil yang menurut saya merupakan kunci keberhasilan pendidikan di negara tersebut :

Keterlibatan Orang tua

Di negera tersebut, keterlibatan orang tua sangatlah besar karena mereka memiliki kesadaran yang tinggi  bahwa keberhasilan pendidikan anak mereka tidak bisa dibebankan kepada pihak sekolah semata. Sebagai contoh, jika sekolah akan mengadakan pameran Sains, maka yang mengorganize adalah orang tua dari siswa. Mulai dari mendesain lokasi, hal-hal yang akan ditampilkan dan lain sebagainya yang sekiranya diperlukan. Dengan penuh kesadaran orang tua melakukan semua itu demi kemajuan pendidikan anak-anak mereka.

Gali potensi anak

Di beberapa artikel saya baca jika waktu belajar mereka di sekolah sangat singkat, padahal sebenarnya hanya waktu belajar di kelas yang dibuat singkat dengan tujuan supaya siswa/i memiliki waktu yang lebih banyak untuk menggali potensi yang ada pada dirinya. Siswa diberikan kebebasan untuk menggali potensinya dengan fungsi guru hanya sebagai fasilitator untuk membantu siswa untuk dapat menemukan potensi yang dimiki dan bagaimana mengembangkannya. Dengan waktu di kelas yang lebih singkat, Siswa/i dapat memiliki kebebasan dalam mengelola waktunya di luar kelas dalam menggali potensi yang mereka miliki.

Guru yang bahagia

Guru sebagai ujung tombak dalam melaksanakan proses pembelajaran tentunya memiliki peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Bagaimana mereka menciptakan pembelajaran yang membahagiakan di kelas kalau mereka sendiri tidak bahagia? karena itu jangan heran jika sebelum masuk kedalam kelas mereka melakukan hal-hal yang dapat menyenangkan mereka seperti minum kopi bersama, ngobrol dengan sesama guru, membaca buku dan lain sebagainya yang sekiranya membuat mereka senang dan menjadikan mereka bahagia sebelum memulai kelas masing-masing. Jadi guru yang bahagia tidaklah selalu berhubungan dengan materi. (PEB)

 

 

Advertisements

DIGITAL PEDAGOGY

Leave a comment

Perkembangan teknologi yang sudah sangat maju saat ini tentunya akan memberikan dampak pada pelaksanaan pendidikan, sebagaimana kita tahu bahwa pendidikan tentunya tidak lepas dari teknologi. Jika dulu ketika kita bersekolah, guru dalam menerangkan ke siswanya menggunakan papan dan kapur tulis, selanjutnya berganti dengan spidol dan white board, beberapa tahun kemudian muncul OHP, dimana kemudiaan digantikan dengan projector dan saat ini projector mulai tergantikan dengan smartboard.

Dari perkembangan tersebut, tentunya guru dituntut semakin kreatif dan terus belajar dalam menggunakan teknologi yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Beberapa tahun yang lalu, seorang guru akan terkesan hebat jika dia mengajar menggunakan laptop dan projector tetapi saat ini, hal tersebut sudah bukan hal yang hebat lagi sebab perkembangan teknologi telah membawa perubahan dimana seorang guru harus mampu mengajar dengan smartphone/tablet yang mereka miliki.

Guru tidak dapat menghindari hal tersebut apalagi di zaman milenial ini, apalagi diprediksi 4 – 5 tahun yang akan datang metode belajar di seluruh dunia akan mengarah kepada BYOD (Bring Your Own Device) dan saat ini beberapa negara sudah melaksanakan hal tersebut dan sudah mengerluarkan investasi yang sangat besar untuk menuju kearah sana. BYOD akan membuat anak-anak/siswa tidak perlu lagi membawa tas rangsel dengan buku-buku yang banyak di dalamnya seperti saat ini tetapi mereka cukup membawa tablet/smartphone mereka sendiri dan mereka belajar dengan menggunakan tablet tersebut. Indonesia sendiri baru bisa melaksanakan hal tersebut diperkirakan 4 – 5 tahun yang akan datang karena berkaitan dengan infrastruktur di negara kita yang masih kurang.

Selain infrastruktur satu hal yang perlu diperhatikan adalah kesiapan para guru dalam menuju ke arah sana, jangan sampai infrastruktur dengan investasi yang sangat besar telah dikeluarkan tetapi guru dan siswa belum siap dalam melaksanakannya. Untuk mengarah kesana guru harus memahami bagaimana mengajar dengan teknologi atau lebih dikenal Digital Pedagogy dan siswa harus tahu bagaimana belajar menggunakan teknologi.

Mau tidak mau, suka atau tidak suka guru harus memulai dari sekarang karena hal tersebut sudah menjadi tuntutan zaman saat ini. Bukan tidak mungkin sekolah dan guru yang tidak mampu akan tertinggal dan akan kehilangan kesempatan dalam menyaksikan bagaimana Digital Pedagogy berperan dalam melaksanakan proses pendidikan. Karena itu harapannya semua guru harus memiliki pemikiran ke arah sana  meskipun masih banyak guru yang tidak memahami hal tersebut tetapi itulah tantangan yang ada untuk guru yang ada di zaman milenial ini jika tidak mau tertinggal. (PEB)