Sepuluh Metode untuk Mendapatkan Partisipasi Kapanpun

Belajar 

Kegiatan belajar aktif tidak dapat berlangsung tanpa partisipasi siswa. Ada bermacam cara untuk menyusun diskusi dan mendapatkan respon dari siswa pada saat kapan saja selama pelajaran. Sebagian sangat cocok bila waktunya terbatas atau ketika siswa perlu dorongan supaya berpartisipasi. Anda juga dapat mempertimbangkan penggabungan metoda-metode ini sebagai misal, dengan menggunakan sub-diskusi dan kemudian mengundang juru bicara dari masing-masing kelompok untuk bertugas dalam sebuah panel.

  1.   Diskusi terbuka: Ajukanpertanyaan dan lemparkan kepada seluruh kelompok tanpa melakukan pengaturanlebih lanjut. Diskusi terbuka yang sifatnya langsung sangatlah menarik. Jikaanda khawatir kalau-kalau diskusi akan berkepanjangan, peringatkanlah terlebihdahulu, “Saya akan meminta empat atau lima siswa untuk berbagipendapat tentang ….”. Untuk mendorong siswa supaya mengacungkan jari,tanyakanlah, “Berapa di antara kalian yang memiliki jawaban atas petanyaansaya. Kemudian tunjuk salah satu siswa yang mengacungkan jari.
  2.  Kartu jawaban: Bagikan kartuindeks dan mintakan jawaban atas pertanyaan anda tanpa menyertakan nama.Serahkan atau sebarkan kartu indeks itu kepada semua kelompok. Gunakan kartujawaban untuk menghemat waktu atau untuk melindungi privasi dari jawaban yangbisa menyinggung perasaan. Tuntutan untuk memberikan jawaban secara ringkaspada selembar kartu merupakan keunggulan juga.
  3. Jajak-pendapat: Susunlahsebuah survey singkat yang diisi dan dihitung hasilnya di tempat itu juga, ataulakukan pemungutan suara secara lisan. Gunakan pemungutan suara untukmendapatkan data secara cepat dalam bentuk yang bisa dihitung. Jikaanda      menggunakan survey tertulis, upayakanuntuk menyampaikan kembali hasilnya kepada siswa selekas mungkin. Jika andamenggunakan survey lisan, mintalah siswa untuk mengacungkan jari atauperintahkan siswa untuk mengacungkan kartu jawaban.
  4. Diskusi subkelompok: Bagilah siswamenjadi sub-sub kelompok yang terdiri dari tiga anggota atau lebih untukberbagi (dan mencatat) informasi. Gunakan diskusi subkelompok bila andamemiliki cukup waktu untuk memproses pertanyaan dan soal. Ini merupakan salahsatu metode utama untuk mendapatkan partisipasi dari seluruh siswa.
  5. Mitra belajar: Perintahkansiswa untuk mengerjakan tugas atau mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan utamadengan siswa yang duduk di sebelahnya. Gunakan mitra belajar bila anda inginmelibatkan semua siswa namun tidak memiliki cukup waktu untuk melaksanakandiskusi kelompok kecil. Sebuah pasangan merupakan konfigurasi kelompok yangbaik untuk membangun hubungan saling mendukung dan atau untuk melaksanakanaktivitas kompleks yang tidak cocok dengan konfigurasi kelompok besar.
  6. Penyemangat: Datangi semua kelompok danmintai jawaban singkat atas pertanyaan utama. Gunakan kalimat penyemangat bilaanda menginginkan sesuatu secara cepat dari siswa. Penggalan kalimat semisal“Satu perubahan besar yang hendak saya lakukan di amerika serikat adalah…”dapat menjadi semacam penyemangat atau pelecut. Perintahkan siswa untukmenyerah dengan mengatakan  “pass” atau “lewat” kapanpun merekamenghendaki. Untuk menghindari perulangan, perintahkan siswa untuk memberisumbang saran baru tentang proses yang sedang berlangsung.
  7. Panel: Perintahkan sejumlah kecil siswa untuk mengemukakanpendapat mereka di depan kelas. Sebuah panel informal dapat dibentuk denganmeminta pendapat dari sejumlah siswa yng sudah ditentukan yang masih berada ditempat duduk masing-masing. Gunakan panel bila waktunya mencukupi untukmendapatkan jawaban  yang lebih serius dan terfokus terhadappertanyaan anda. Lakukan penggiliran panelis agar semuanya bisa berpartisipasi.
  8. Ruang terbuka (Fishbowl): Perintahkansebagian siswa untuk membentuk lingkaran diskusi, dan perintahkan sebagian lainuntuk membentuk lingkaran pendengar di sekeliling mereka. Bawalah kelompok baruke lingkaran dalam untuk melanjutkan diskusi. Gunakan formasi fuang terbukauntuk membantu pemfokusan pada diskusi kelompok  besar. Meski memakanwaktu ini merupakan metode terbaik untuk mengkombinasikan keunggulan daridiskusi kelompok besar dan kecil. Sebagai variasi pada lingkaran konsentris,perintahkan siswa untuk tetap duduk dan perintahkan anggota kelompok untukmenjadi anggota diskusi dan sabagian lain sebagai pendengarnya.
  9. Permainan: Gunakan latihan yangmenyenangkan atau permainan kuir untuk memancing pendapat, pengetahuan atauketrampilan siswa. Tayangan TV semisal kuis “family 100” atau “tebak kata” bisadigunakan sebagai landasan permainan yang mendorong siswa untuk berpartisipasi.Gunakan permainan yang membangkitkan semangat dan keterlibatan. Permainan jugasangat membantu memunculkan suasana dramatis yang kelak akan terus diingat olehsiswa.
  10. Memanggil pembicara selanjutnya: Perintahkan siswa untuk tunjuk jari ketika mereka ingin berbagi pendapatdan perintahkan agar pembicara yang sekarang untuk menunjuk pembicaraberikutnya (bukannya guru yang menunjuknya). Gunakan tehnik ini bila anda yakinada minat yang cukup besar terhadap diskusi atau aktivitas belajar, dan andaingin meningkatkan interaksi siswa.

sumber : Active Learning, 101 cara belajar siswa aktif. Melvin L.Silberman

Advertisements
Categories:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s