LOTS to HOTS

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus berupaya dalam membenahi kurikulum di Indonesia, meskipun banyak sekali kekurangan tetapi perlu kita apresiasi pemerintah dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan di Indonesia. Salah satunya dengan menerapkan Kurikulum 2013 revisi tahun 2017 dimana disana diarahkan untuk mengembangkan metode pembelajaran dari LOTS (Lower Order Thingking Skill) ke HOTS (Higher Order Thingking Skills). Melakukan perubahan kurikulum secara nasional memang bukanlah pekerjaan mudah, Negara Singapura saja butuh waktu sekitar 10 tahun untuk melakukan pembenahan kurikulum mereka.

Perlu kita sadari bahwa kurikulum tidak ada yang sempurna tetapi bukan berarti kita tinggal diam dan tidak mau merubah pola pendidikan yang kita terapkan di Nusantara ini. HOTS juga bukanlah hal yang mudah, mengingat telah bertahun-tahun kita terkungkung dengan metode pendidikan yang sama dan sangat sulit untuk berubah. Menerapkan HOTS dibutukan kerjasama dalam menjalankannya, siswa harus tahu bagaimana pola belajar dengan HOTS, guru harus tahu bagaimana cara mengajar HOTS dan orang tua harus memahami akan pola belajar dengan HOTS.

Salah satu keberhasilan dari HOTS adalah sejauh mana kreativitas dari guru dalam mengelola pembelajaran yang mengarah pada HOTS. Selama ini kita hanya terpaku pada LOTS yang terlihat dari penerapan C1 – C3 (mengingat, memahami, dan mengimplementasikan) belum sampai pada C4 – C6 (menganalisa, mengevaluasi dan menciptakan). Dalam kurikulum Indonesia yang terbaru guru dituntut untuk mampu menerapkan C4 – C6 sehingga diharapkan ada perubahan mutu dari lulusan kita. Salah satu langkah yang dapat kita terapkan adalah dengan mengubah pola mengajar guru yang semula hanya meminta muridnya untuk menghafal dan memahami yang selanjutkan diimplementasikan dengan menjawab soal pada ujian.

Dalam HOTS siswa tidak lagi diminta untuk menghafal karena dizaman ini semua informasi dengan mudah kita dapatkan tetapi siswa diminta untuk menganalisa sebuah permasalahan dan mengaitkannya dalam kehidupan dia sehari-hari, mengevaluasi dari solusi yang dia dapatkan dan menciptakan sesuatu hal yang sekiranya dapat dia gunakan untuk bekal dimasa yang akan datang. Langkah pertama yang perlu dilakukan oleh guru adalah dengan menerapkan metode belajar yang ke arah HOTS. Ada 4 metode yang disarankan oleh pemerintah dalam menerapkan HOTS yaitu Problem Base Learning, Project Base Learning, Discovery Base Learning dan Inquiry Base Learning. Guru di seluruh Indonesia diharapkan dapat menerapkan hal tersebut dalam proses pembelajaran yang tentunya akan berdampak pada output yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan yang ada di Nusantara ini.

Categories:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s